in

Pegiat Sungai di Klaten, Arif Fuad Hidayat Tutup Usia

Arif Fuad Hidayat, Tokoh Penggiat Sungai Klaten

 

HALO KLATEN – Kalangan pegiat sungai di Kabupaten Klaten berduka. Arif Fuad Hidayat, seorang tokoh sukarelawan yang dikenal punya komitmen besar dan hampir selalu menyertai warga dalam aktivitas pemuliaan sungai, kini telah tiada.

Lelaki berusia 38 tahun itu, berpulang karena sakit dan telah memperoleh perawatan di RSD Bagas Waras Klaten, Minggu (20/06). Almarhum meninggalkan seorang istri, dan dua anak.

Setelah dishalatkan di rumah sakit, jenazah langsung dikebumikan di tanah kelahirannya, di Sengon, Prambanan, Klaten.

Ungkapan berbela sungkawa pun mengalir di berbagai media sosial. Kehilangan mendalam terlihat di WhatsApp Group, yang dikelola almarhum dalam aktivitas kerelawanan, seperti Sekolah Sungai, Pusdalops BPBD, Srikandi Sungai, Paguyuban Media Sosial.

Karangan bunga dari Bupati Klaten Sri Mulyani, Komandan Kodim 0723 Klaten, dan sejumlah sahabat, juga terlihat di rumah duka.

Assisten Administrasi Setda Klaten, Sri Winoto yang dikenal sangat dekat dengan Almarhum, menyatakan merasa sangat kehilangan. Ketulusan dan dedikasi Arif Fuat Hidayat, dalam menggerakkan jiwa kerelawanan pantas dijadikan contoh.

“Almarhum itu jam terbang nya sangat tinggi dan relasinya sangat luas. Saya sempat komunikasi dengan Mas Arif, tetapi kondisinya sudah sangat menurun. Kita semua kehilangan. Almarhum orang baik. Semoga Almarhum husnul khatimah. Kini kita hanya bisa mengenang dan mendoakan” kata dia, seperti dirilis Klatenkab.go.id, Minggu (20/06).

Duka yang sama juga dirasakan Susi Susilowati. Mitra kerja almarhum yang juga dikenal sebagai Ketua Srikandi Sungai Klaten asal Panggang, Kemalang, Klaten itu, tidak bisa menyembunyikan rasa dukanya yang mendalam.

“Almarhum itu sangat humoris dan suka bercanda. Saya kaget’ dapat kabar beliau meninggal. Padahal tanggal 17 malam, mas Arif masih posting kegiatan Pak Ganjar sosialisasi revitalisasi Rowo Jombor. Beliau pandai kapan harus serius dan bercanda. Sering beliau minta Selfi dengan saya, karena sama sama insan berbobot atau gemuk sehingga membuat suasana jadi akrab sesama relawan. Kami sangat kehilangan. Orang besar banyak. Tapi yang memiliki ketulusan dan keikhlasan mengabdi itu tidak banyak. Itu yang bisa kami kenang dari Almarhum,” kata Susi. (HS-08)

Share This

Gelar Kongres Di Tengah Pandemi, Asprov PSSI Jateng Dinilai Terlalu Berani

Antisipasi Penularan Covid-19 Warga Lakukan Penyemprotan Mandiri