in

Peduli Sesama, Warung Mitra Bukalapak Salurkan 10 Ribu Paket Sembako ke Warga Miskin

Salah satu pemilik Warung Mitra Bukalapak (MBL) di Jakarta menyiapkan paket sembako yang akan dibagikan ke masyarakat.

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 50 Warung Mitra Bukalapak (MBL) berpartisipasi dalam program pilot penyaluran bantuan sosial melalui warung tradisional kepada masyarakat warga terdampak Covid-19 atau wabah corona.

Selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian warga miskin, 10 ribu paket sembako yang disalurkan merupakan wujud nyata dari komitmen Bukalapak untuk memberdayakan warung di tengah masa pandemi.

Warung MBL memiliki banyak faktor pendukung yang membuatnya cocok menjadi titik distribusi bantuan. Nilai tambah tersebut antara lain, sumber daya yang cukup, penyedia antisipasi kebutuhan bahan pokok di masa pandemi, lokasi yang strategis di tengah permukiman, dan kesiapan infrastruktur digital melalui aplikasi MBL.

Dalam lawatannya ke salah satu warung MBL di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2020), CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin menjelaskan, Bukalapak merasa berkewajiban untuk mendukung pelaku usaha mikro yang bisnisnya terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Selain itu juga membantu memenuhi kebutuhan pokok warga yang membutuhkan. Para penggerak ekonomi bangsa ini telah setia bersama kami melewati berbagai rintangan dan pencapaian. Sehingga di waktu-waktu yang penuh tantangan seperti ini, kami berkewajiban mendukung pelaku usaha mikro yang bisnisnya terdampak pandemi,” karanya.

Pada kesempatan yang sama, para ‘Juragan’ Warung MBL mengaku senang karena dapat berbagi rezeki dalam situasi pandemi ini. Yanto, salah satu pemilik warung MBL mengaku, pandemi corona telah mengurangi pendapatannya hingga 40%.

“Tapi, saya tetap lebih kasihan melihat tetangga sekitar ada yang dirumahkan dari pekerjaan. Awal bulan puasa saya dan beberapa teman MBL sudah nyalurin sembako ke warga sekitar. Ada yang dari kantong sendiri, atau dari keluarga dan tetangga yang mampu. Syukur ini Bukalapak juga ngasih. Sangat membantu banget,” ungkapnya.

Begitu pula cerita Achmad, pemilik warung yang sudah bergabung dengan MBL sejak dia duduk di semester akhir kuliah, menggantikan ibunya yang berusia lanjut.

“Begitu PSBB, warung saya sepi. Saya ngakalin dengan delivery ke rumah yang pesen di deket warung. Tapi memang, saat puasa, sembako yang paling banyak dicari pelanggan warung. Jadi saya semangat bisa ikut membantu bareng Bukalapak memberikan sembako gratis,” jelasnya.

Selama masa pandemi ini, para Juragan Warung MBL juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Di antaranya disiplin menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan hand sanitizer, serta melakukan layanan antar ke rumah pelanggan warung.

Paket sembako yang dibagikan ke warga miskin sendiri berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula l, dan 1 kg tepung yang bisa didapatkan oleh para MBL yang tergabung di program pilot ini.

Sembako kemudian diantar ke masing-masing warung dan dibagikan secara gratis kepada warga miskin di sekitar warung tersebut.

Melalui mekanisme ini, Bukalapak bermaksud membantu pemerintah memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, sekaligus menyalurkan bantuan sembako secara tepat sasaran.

Sebelumnya, Bukalapak juga telah menyerahkan 10 ribu paket sembako kepada Kementerian Sosial, yang diterima langsung oleh Menteri Sosial RI pada akhir April lalu.

Bukalapak juga berharap, program ini dapat menjadi salah satu kontribusi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro.

Mengingat peran strategisnya telah berkontribusi 60 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap tenaga kerja hingga 70 persen.

Selain itu, 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM yang 89 persen di antaranya berada di level mikro.

Oleh karena itu, keberadaan hampir 2 juta warung MBL di seluruh Indonesia terus menjadi titik perhatian Bukalapak dalam meningkatkan kapabilitas warung tradisional, sambil menjangkau lebih banyak masyarakat kelas bawah dan mendorong kesejahteraan rakyat.

Rachmat Kaimuddin juga menyampaikan bahwa program pilot ini sudah dilaksanakan di tahap pertama dari tanggal 6 hingga 15 Mei, dan akan dilanjutkan pada tahap kedua hingga 22 Mei.

Namun, dapat digelar kembali bila pandemi corona masih terus berlanjut.

“Ini adalah pilot project yang kami pastikan mekanisme dan hasilnya memenuhi harapan. Kami ingin MBL menjadi aktor yang berperan meneruskan bantuan dan semakin membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam situasi pandemi ini,” pungkasnya.(HS)

Share This

Bahagianya Para Penerima BST di Tengah Kesulitan Penuhi Kebutuhan Hidup

Akibat Corona, Bisnis Jasa Penukaran Uang Pecahan saat Lebaran pun Ikut Sepi