in

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Buatkan Tempat Sampah di Lingkungan Warga

Mahasiswa Kelompok 8 KKN MIT DR XII UIN Walisongo Semarang melakukan pengadaan tempat sampah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

 

HALO SEMARANG – Kebersihan lingkungan adalah salah satu pola hidup yang harus dijaga untuk menciptakan kesehatan masyarakat. Hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, keindahan, dan keasrian lingkungan.

Tidak hanya itu, tanpa sadar, tubuh manusia secara otomatis juga beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, selain menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan juga harus dijaga agar masyarakat sekitar tidak mudah terserang virus dan beberapa penyakit.

Demi mewujudkan hal tersebut, Mahasiswa KKN MIT DR 12 UIN Walisongo Semarang memberikan solusi alternatif bagi penanganan sampah lingkungan, khususnya untuk Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu Kota Semarang.

Hasil observasi dan survei para mahasiswa yang berada dalam program KKN yang dimulai dari 7 Juli hingga 20 Agustus 2021 mendatang ini, memperlihatkan adanya kecenderungan titik yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar bagi masyarakat setempat.

Kebiasaan masyarakat setempat dan penanganan sampah yang masih kurang optimal, bahkan cenderung mengabaikan kebersihan, menjadi sumber masalah lingkungan yang terjadi di Kelurahan Randugarut.

“Masyarakat setempat masih suka buang sampah sembarangan, masih belum sadar. Makin dibiarkan, sampah makin numpuk. Pengangkatan sampahnya juga enggak teratur,” ungkap Roudhotun Nafiah (47) salah satu warga Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu.

Hal tersebut yang menjadi kelompok KKN mahasiswa ini menyusun kerangka dasar yang mengacu pada pengadaan tempat sampah organik dan anorganik di titik-titik potensial pembuangan sampah liar.

“Tujuan kami melakukan observasi ini jelas membawa harapan untuk mengatasi tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Nadia Elvin Eka Azaria, anggota dari Kelompok 8 KKN MIT DR XII, Senin (26/7/2021).

Masyarakat Kelurahan Randugarut, kata dia, menyambut baik itikad mahasiswa.

Diharapkan, kegiatan yang terstruktur dengan baik ini tidak hanya akan dapat menjawab permasalahan yang ada, melainkan juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

“Ini merupakan suatu bentuk pengabdian masyarakat dan usaha aktif dari mahasiswa untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” imbuhnya.(HS)

Share This

28 Juli Kabupaten Kendal Berulang Tahun Ke-416, Ini Sejarahnya

Polres Pekalongan Kota Salurkan Bansos Untuk Warga Terdampak PPKM