Peduli Corona, SMK 6 Semarang Bagikan Sembako bagi Warga Kurang Mampu dan Produksi Ribuan APD

Pengajar dan siswa SMKN 6 Semarang yang memproduksi masker untuk kebutuhan warga di tengah pendemik corona, Jumat (3/4/2020).

 

HALO SEMARANG – Untuk membantu pemerintah dalam penanganan wabah corona, serta membantu masyarakat yang terdampak, SMKN 6 Kota Semarang membagikan ratusan paket sembako bagi masyarakat sekitar dan orang tua murid yang tak mampu, Jumat (3/4/2020).

Selain membagikan sembako gratis, sekolah yang ada di Jalan Sidodadi Semarang ini juga memproduksi ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker, yang nantinya akan diserahkan ke Pemprov Jateng guna memenuhi kebutuhan APD bagi pekerja medis di Jawa Tengah.

Dra Almiati Msi, Kepala SMK N 6 Semarang mengatakan, untuk pembagian sembako gratis, sebelumnya pihak sekolah melakukan penggalangan dana bagi para guru dan staf pengajar di sekolah tersebut. Hasilnya, uang hasil donasi dibelikan sembako untuk dibagikan ke warga kurang mampu di sekitar sekolah.

“Isi sembako yang kami bagikan di antaranya berisi gula, beras, dan lainnya. Total kami membagi 100 paket sembako untuk warga sekitar dan orang tua murid,” katanya, Jumat (3/4/2020).

Saat ini, pihaknya juga memproduksi alat pelindung diri dan ribuan masker yang dibuat oleh siawa dan para pengajar. Untuk bahan dasar APD dan masker, kain dan lainnya, dipasok oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.

“Dinas Pendidikan Provinsi Jateng memang mengkoordinir sekolah kejuruan di Jateng untuk membuat masker dan APD. Kami di SMKN 6 Semarang mendapat tugas memotong kain sesuai desaign, untuk kemudian disebar ke sekolah-sekolah guna dilakukan penjahitan. Targetnya ada 2.000 APD yang bisa kami produksi beserta sekolah lain,” katanya didampingi Waka Humas SMKN 6 Semarang, Wihantina Rahayu.

Sementara, Edi Drajat Wiarto Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Jateng yang ikut memantau kegiatan tersebut menegaskan, kegiatan bagi-bagi sembako di SMKN 6 Semarang diharapkan bisa meringankan beban masyarakat di tengah wabah corona. Karena saat ini, banyak masyarakat yang kena dampak dan sangat membutuhkan bantuan.

“Kegiatan ini juga sebagai pengajaran kompetensi sosial kepada anak didik, selain pengajaran kompetensi akademik,” katanya.

Pihaknya juga memberikan dorongan kepada sekolah yang memiliki jurusan tata busana, untuk ikut membantu pemerintah memproduksi APD dan masker. Dikarenakan APD dan masker sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat dan tenaga medis untuk mencegah penularan corona.

“Dan ternyata SMKN 6 Semarang ini mampu membuat masker yang dibagi ke masyarakat. Untuk APD, kami juga melibatkan banyak sekolah untuk memproduksinya. Targetnya kami akan membuat 2.000 APD untuk disumbangkan ke rumah sakit yang menangani corona,” paparnya.

Hindun, Lurah Karangturi, Kecamatan Semarang Timur yang mewakili warganya menerima bantuan mengatakan, program SMK N 6 Semarang Peduli Covid-19 dikatakannya sangat membantu warga kurang mampu di kelurahannya. Total ada 60 warga di wilayahnya yang masuk kategori kurang mampu dan butuh bantuan di tengah wabah corona ini.

“Warga kurang mampu itu kebanyakan bekerja harian, seperti tukang, penjual nasi, ojek online, dan pedagang kecil. Saat wabah corona ini mereka tak bisa bekerja, kalaupun masih bisa bekerja penghasilan menurun drastis. Kami berterima kasih atas bantuan dari SMKN 6 Semarang ini dan diharapkan bisa membantu masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhannya,” tegasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.