in

Pedagang Pasar Johar Belum Tahu Ada Rencana Pindahan

Bangunan Pasar Johar Cagar Budaya dalam waktu dekat ini akan menampung pedagang yang saat ini masih menempati di relokasi MAJT.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang telah menargetkan penetapan sekitar 4000 pedagang sampai awal September 2021 ini. Ribuan pedagang yang telah terverifikasi sistem akan menempati Pasar Johar Cagar Budaya, dan direncanakan akan boyongan juga pada September 2021.

Namun disisi lain, ternyata para pedagang justru belum mengetahui terkait rencana kepindahan mereka ke Pasar Johar. Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Pasar Johar, Surahman mengaku tidak mengetahui rencana dari Dinas Perdagangan Kota Semarang yang akan memindahkan pedagang pada bulan September 2021 ini.

Surahman mengaku pihaknya bersama perwakilan pedagang Pasar Johar menginginkan berdiskusi bersama membahas perpindahan tersebut. Hal itu karena data pedagang belum jelas dan banyak sekali pedagang yang protes kepada Disdag terkait akurasi data.

“Tidak semudah itu menempatkan pedagang, kami mau duduk bersama ada kendala apa kita selesaikan bersama. Kami bahkan tidak tahu kalau September ini pedagang akan dipindah, tidak ada pemberitahuan apapun ke kami para pedagang,” kata Surahman, Rabu (1/9/2021).

Surahman mengaku hanya mengetahui proses yang sedang dijalani saat ini pada tahap verifikasi dan belum ada penetapan sejumlah pedagang untuk dilakukan pengundian.

“Saya tahunya masih verifikasi, kok sudah penentuan, Johar Selatan dan Kanjengan saja belum selesai dibangun juga. Yang baru siap Johar Utara dan Tengah, kok di kopyok memang kami ini arisan, tidak bisa seperti itu,” tegasnya.

Sementara Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penempatan Pedagang Johar saat ini sudah sesuai progres, dan pemindahan akan dilakukan pada September 2021. Yang terdaftar ada 4.000 pedagang, tapi kapasitas dari perkiraan awal yang ada bisa menampung sekitar 6 ribu pedagang.

“Dinas Perdagangan dan Asisten 2 sudah laporan ke saya. Saya bilang 4.000 ini yang diprioritaskan ditempatkan, kapan itu ya insya-Allah mulai bulan bulan ini (September 2021),” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo juga menanggapi penempatan Pedagang Johar yang akan dilakukan pada September 2021.

“Kalau masukan dari dewan, semuanya harus diantisipasi dulu. Harus diatur penempatannya dari awal sampai akhirnya dipindah ke sana, agar tidak semrawut di belakang hari,” harapnya.

Dikatakan Joko, untuk mengantisipasi terjadinya keributan itu, sistem penataannya harus dibuat sedemikian rupa.

“Kalau untuk memasukkan pedagang ke bangunan pasar Johar Cagar Budaya itu mudah. Tapi yang sulit membuat sistem penataannya dibuat baik agar tidak membuat suara pedagang ribut. Itu harus ada antisipasi dulu,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah membicarakan terkait penempatan pedagang Johar ini dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang beberapa waktu lalu.

“Kita sudah bicara dengan dinas, kapan waktunya penempatan secara setahap demi setahap, jangan langsung byur, supaya tidak semrawut nantinya,” terang politisi PDIP tersebut.

Terkait pendataan pedagang yang terdaftar baru 4000 ribu pedagang, dia berharap pedagang bisa pro aktif untuk melaporkan ke dinas untuk didata.

“Seperti ada pembaharuan data pedagang sudah meninggal atau dilepas ke orang lain, tentunya datanya yang riil ini ada di Dinas Perdagangan. Karena Dinas Perdagangan punya data pedagang, setelah terjadinya musibah kebakaran pasar Johar yang lalu,” pungkasnya.(HS)

Share This

Peringati Dua Dekade Partai Demokrat, Anggota DPRD Kendal Ini Bagikan Sembako Ke Masyarakat

Persiapan Mepet, Ini yang Dilakukan PS Sleman Jelang Lawan Persija