in

Pedagang Pasar di Boyolali Kembali Aktif Usai Gerakan Boyolali di Rumah Saja

Para pedagang di Pasar Boyolali, Senin (28/10) sudah kembali berjualan, setelah sehari sebelumnya pasar tersebut ditutup oleh Pemkab, dalam gerakan Boyolali di Rumah Saja. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Para pedagang di Pasar Boyolali, Senin (28/10) sudah kembali berjualan, setelah sehari sebelumnya pasar tersebut ditutup oleh Pemkab, dalam gerakan Boyolali di Rumah Saja.

Kepala UPT Pasar Umum Boyolali, Teguh Siswanto, mengungkapkan imbauan Gerakan Boyolali di Rumah Saja tersebut, sudah disosialisasikan beberapa hari agar para pedagang siap.

“Kemarin memang hari Jumat (25/6) sudah diadakan sosialisasi kepada semua pedagang dan pengunjung, bahwa Gerakan Boyolali di Rumah Saja sudah diumumkan pada hari Jumat pagi sudah disampaikan,” ujar Teguh, seperti dirilis Boyolali.go.id, Senin (28/6).

Dampak dari Gerakan Boyolali di Rumah Saja, pada Minggu tersebut warga memang tidak berbelanja. Namun demikian, sehari sebelumnya, masyarakat telah belanja untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Untuk dampak perekonomian memang dari pendapatan memang berkurang. Tapi untuk kebutuhan pokok dari masyarakat atau pengunjung pasar itu sudah antisipasi belanja di hari Sabtu,” katanya.

UPT Pasar Boyolali menaungi tujuh pasar dengan retribusi setiap hari berkisar Rp 3 juta. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, jumlah omzet di Pasar Boyolali mencapai Rp 2 Miliar.

Salah satu pedagang pasar Boyolali, Eni Widayati mengungkapkan bahwa dirinya mulai beraktifitas kembali untuk berjualan ayam setelah libur selama satu hari.

“Saat ini agak lumayan karena kemarin tidak berjualan,” ujarnya.

Meski libur selama sehari, dia masih meraup keuntungan bersih separo dari keuntungan berjualan sebelum Gerakan Boyolali di Rumah Saja.

Meski sempat libur selama sehari, dia masih meraup keuntungan bersih separo dari keuntungan berjualan sebelum Gerakan Boyolali di Rumah Saja. Dari omzet berjualan Rp 4-5 juta, dia mampu meraup keuntungan Rp. 1 – 1,5 juta dari hasil berjualan dua kuintal ayam setiap harinya.

Seperti diketahui, Pemkab Boyolali menutup semua tempat aktivitas masyarakat, termasuk pasar tradisional, toko, hingga swalayan. Kebijakan tersebut diambil untuk memutus penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Boyolali. (HS-08)

Share This

Utang Pemerintah Meningkat, Said Abdullah: Tidak Perlu Panik

Wallace Costa Ungkap Kondisinya Pasca-Cedera Kepala