in

Pedagang Kecewa dengan Pembagian Kios di Pasar Johar Cagar Budaya

Bangunan Johar Cagar Budaya pada September 2021 akan mulai ditempati pedagang.

 

HALO SEMARANG – Rencana pemindahan pedagang Pasar Johar Semarang yang direncanakan akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang pada 24 September 2021, ternyata belum jelas dan mendapat penolakan dari pedagang. Sebab keputusan tersebut dinilai sepihak tanpa melibatkan aspirasi para pedagang.

Pedagang merasa kecewa, karena belum sepakat dengan pembagian kios, yang dinilai tidak menggunakan prinsip keadilan. Dinas Perdagangan Kota Semarang bersikukuh memutuskan pembagian kios masing-masing pedagang mendapat satu kios. Sedangkan kondisi sebelum kebakaran, banyak pedagang memiliki lebih dari satu kios.

Para pedagang yang memiliki lebih dari satu kios tersebut memiliki cerita panjang dengan proses pembelian dan seterusnya. Ketika saat ini hanya mendapat satu kios, maka hal itu dinilai tidak menggunakan prinsip keadilan. Para pedagang meminta seharusnya pembagian kios berdasarkan luas kios awalnya.

“Tidak jelas, diberitahu tidak, diajak ngomong tidak. Lha terus mau bagaimana? Pedagang tidak pernah diundang oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Kami justru hanya mengetahui informasi pemindahan pedagang Pasar Johar melalui medsos dan media. Mekanismenya bagaimana, sistemnya seperti apa, tidak jelas,” kata Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Pasar Johar, Surahman, Rabu (15/9/2021).

Dikatakannya, bahkan hingga saat ini informasi mengenai pemindahan pedagang Pasar Johar justru membuat pedagang resah dan kebingungan.

“Hingga sekarang ini tidak ada pertemuan antara Dinas Perdagangan Kota Semarang dengan pedagang Pasar Johar. Terus yang mau dipindah itu pedagang mana? Kalau ini keinginan Pemkot Semarang ya silakan,” katanya.

Menurutnya, Dinas Perdagangan Kota Semarang memaksakan bahwa satu nama pedagang mendapatkan satu kios. “Tetapi banyak pedagang Pasar Johar yang memiliki lebih dari satu tempat. Masing-masing pedagang yang memiliki lebih dari satu kios tersebut juga memiliki cerita panjang melalui proses pembelian dan seterusnya. Kalau sekarang mau dikasih satu kios ya jelas tidak mau. Itu namanya tidak adil to,” ungkap dia.

Prinsipnya, lanjut Surahman, hak pedagang Pasar Johar ini harus diakomodasi terlebih dahulu.

“Tidak kemudian malah membuat aturan baru tanpa kesepakatan dengan pedagang. Pemerintah ini kan hanya fasilitator to? Bukan seenaknya sendiri bikin aturan yang merugikan pedagang. Dikasih satu-satu, lha memangnya milik siapa? Pemilik sebenarnya ya milik rakyat. Kami nggak mau ditipu dengan aturan yang enggak bener. Pemikiran yang enggak bener ya kami luruskan. Nanti kalau pedagang sudah kehabisan akal ya pasti akan melakukan aksi,” tegasnya.

Jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, maka pihaknya akan mengadukan ke DPRD Kota Semarang, Kementerian Perdagangan RI, hingga ke Presiden.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadu ke DPRD Kota Semarang, Kementerian Perdagangan RI, kalau perlu ke presiden,” ujarnya.

Dari sisi lain, lanjut dia, Dinas Pedagangan Kota Semarang berdalih bahwa pembagian kios satu nama satu kios tersebut karena Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Lha Perwal ini yang membuat siapa? Mestinya kan ya ada campur tangan Dinas Perdagangan to, tidak mungkin ujug-ujug Wali Kota membikin dan ditandatangani,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut pemindahan pedagang Pasar Johar untuk menempati bangunan baru akan dilaksanakan 24 September 2021. Dijadwalkan, kurang lebih 2.300 pedagang akan ditempatkan di salah satu bangunan cagar budaya. Sebanyak 1.500 pedagang akan ditempatkan di Johar Utara dan Tengah, sisanya akan ditempatkan di Kanjengan.

“Kami memastikan kesiapan untuk pindah pedagang, di Johar Utara dan Tengah ada kurang lebih 1.500 pedagang. Di Kanjengan kurang lebih 700 pedagang. Insyaallah rencananya pemindahan pedagang ini akan dilaksanakan pada 24 September ini (2021-red),” ungkap Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang tersebut.

Dikatakannya, penempatan pedagang tersebut dilakukan setelah beberapa pembangunan di kawasan Johar selesai dikerjakan.

“Untuk Johar Utara dan Tengah sudah jadi, begitu pula dengan yang di Kanjengan. Sehingga bisa langsung ditempati oleh pedagang. Sedangkan Johar Selatan diperkirakan akan selesai pada bulan November 2021 mendatang,” terangnya.

Sedangkan untuk penempatan pedagang di Johar Utara, Tengah, dan Selatan, lanjut dia, nantinya akan menggunakan sistem zonasi.

“Adapun zonasi yang direncanakan saat ini adalah zona kering untuk Johar Utara, zona basah untuk Johar Tengah, serta Johar Selatan yang semula khusus untuk hasil bumi nantinya akan dipindahkan,”papar dia.

Pada akhir 2021, lanjut Hendi, akan ada 600 pedagang lagi yang dapat terakomodasi setelah pembangunan Johar Selatan selesai. Kemudian untuk sekitar 700 pedagang yang belum mendapatkan tempat akan diakomodasi setelah rehab shopping center selesai dikerjakan.

“Diperkirakan dapat rampung pada April 2021,” pungkasnya.(HS)

Share This

Tak Memungkinkan Ditanam Pohon Peneduh Jalan, Sepanjang Jembatan Jatingaleh Dihijaukan dengan Ribuan Tanaman Hias

Buronan Pelaku Pembegalan Di Depan Balai Kota Semarang Akhirnya Ditangkap