in

PBB Desak Taliban Larang Penyiksaan Dalam Keadaan Apapun

Makanan dan selimut dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di Kabul, ibu kota Afghanistan. UNHCR memperingatkan bahwa dunia tidak dapat membiarkan ini menjadi bencana kemanusiaan. (Foto : UN.org)

 

HALO SEMARANG – Subkomite PBB untuk Pencegahan Penyiksaan atau Subcommittee on Prevention of Torture (SPT), mendesak Taliban yang kini menguasai Afghanistan, untuk melarang penyiksaan dalam bentuk dan keadaan apapun.

Taliban diminta memenuhi semua ketentuan dalam Konvensi Menentang Penyiksaan, yang melarang praktik tersebut. “Penyiksaan atau perlakuan kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan lainnya, tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun, baik dalam keadaan perang, ketidakstabilan politik internal, maupun keadaan darurat publik,” tegas SPT dalam pernyataannya, seperti dirilis surat kabar Saudi Gazette.

Pihak berwenang Afghanistan, juga harus melindungi semua orang dari penyiksaan dan perlakuan buruk, terlepas dari latar belakang etnis, keyakinan agama, atau afiliasi politik mereka.

SPT juga menyatakan keprihatinan mendalam,

atas situasi orang-orang yang dirampas kebebasannya, terasuk mereka yang ditahan di penjara, kantor polisi, fasilitas penahanan lainnya, serta di lembaga-lembaga psikiatri dan sosial.

Penguasa Afganistan juga diminta memberikan keleluasaan pada Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan dan Mekanisme Pencegahan Nasional (NPM) untuk bekerja, termasuk mengunjungi tempat-tempat perampasan kebebasan, termasuk penjara. Komisi tersebut harus mencegah penyiksaan, serta memastikan HAM dilindungi.

“Kami menyerukan kepada pihak berwenang Afghanistan untuk memastikan keselamatan dan keamanan semua anggota dan staf Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan dan NPM-nya,” lanjut pernyataan itu.

Masyarakat Afghanistan, berhak atas perlindungan dari pembalasan apa pun. Afghanistan pada 1987 dan 2018 juga telah meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan dan Protokolnya.

Taliban juga diminta mematuhi semua ketentuan Konvensi Menentang Penyiksaan, yang melarang praktik tersebut. dalam keadaan apapun. Disebutkan pula bahwa Afghanistan pada 1987 dan 2018, telah merativikasi Konvensi Menentang Penyiksaan.

Subkomite PBB itu menyatakan keprihatinan khusus atas situasi orang-orang yang dirampas kebebasannya bersama dengan kondisi di mana mereka ditahan, termasuk penjara, kantor polisi dan fasilitas penahanan lainnya serta lembaga-lembaga kesejahteraan psikiatri dan sosial.

Mereka menyoroti pentingnya pekerjaan Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan dan Mekanisme Pencegahan Nasional (NPM), sebuah badan nasional dan independen yang dibentuk untuk mengunjungi tempat-tempat perampasan kebebasan dengan tujuan pencegahan penyiksaan, dan peran pentingnya. di bidang perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia.

“Kami menyerukan kepada pihak berwenang Afghanistan untuk memastikan keselamatan dan keamanan semua anggota dan staf Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan dan NPM-nya,” lanjut pernyataan itu. (HS-08)

Share This

Asyik Jemur Tembakau, Karman Terkejut Didatangi Ganjar Pranowo

PBB Serukan Perlindungan Bagi Perempuan Afghanistan