in

Patung dan Taman Estetik Hiasi Sudut Boyolali Kota

Patung berlian di pertigaan Jalan Solo-Semarang, atau tepatnya di sebelah barat SMK Negeri 1 Mojosongo, Boyolali. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Berbagai patung yang dibangun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, selain untuk memperindah kota, juga dipadukan dengan ruang publik dan ruang terbuka hijau.

“Dengan adanya patung-patung itu sebenarnya juga dalam rangka penyediaan ruang terbuka hijau yang wajib disediakan oleh pemerintah daerah. Tetapi jangan monoton. Sifatnya adalah ada estetika ada daya tariknya, ada ingin tahunya bagi masyarakat,” kata Kepala DLH Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati, Kamis (3/6), seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dia memberi contoh, patung berlian di pertigaan Jalan Solo-Semarang, atau tepatnya di sebelah barat SMK Negeri 1 Mojosongo. Patung berbentuk berlian dengan ditopang tangan ini, siap menyambut pengguna jalan, yang masuk ke wilayah Boyolali kota.

Ada pula patung berbentuk keris, di kawasan pertigaan Logerit, Kecamatan Mojosongo. Pembangunan kedua patung tersebut menelan anggaran Rp 150 juta.

Selain itu, ada tiga patung dewi yang membawa alat musik di tiga lokasi, antara lain di kawasan Kampung Watutelenan, Kecamatan Boyolali; di Desa Manggis, dan di kawasan Sunggingan. Ketiga patung tersebut melambangkan bahwa masyarakat Boyolali menyukai seni. Ketiga patung yang dibangun menggunakan anggaran Rp 85 juta ini, diperindah dengan cahaya lampu tembak yang menyala saat malam hari.

Kehadiran karya-karya seni tersebut, juga sebagai upaya untuk menarik investasi, agar masuk ke Kabupaten Boyolali.

“Boyolali maju sekaligus sesuai visi Bupati Boyolali Pro Investasi ini bagaimana menarik Boyolali dengan berbagai cara tetap dengan melestarikan lingkungan itu juga dalam rangka penyiapan penyediaan ruang publik dan ruang terbuka hijau tetap dengan menunjukkan estetika,” kata dia. (HS-08)

Share This

Bupati Karanganyar Minta Satgas Covid-19 Intensifkan Kampanye Protokol Kesehatan

Cegah Klaster Meluas, Pegawai Lapas Terbuka Kendal Divaksin