Patung Bung Karno Setinggi 14 Meter Akan Dibangun di Polder Tawang

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau proses pembangunan patung Bung Karno di Polder Tawang, didampingi jajaran dari KAI Daop 4 Semarang.

 

HALO SEMARANG – Patung bapak proklamator Indonesia, Ir Soekarno atau Bung Karno, rencananya akan dibangun di Polder Tawang. Patung Bung Karno ini nantinya mencapai setinggi 14 meter yang dibangun oleh PT KAI Daop 4 Semarang.

Dan saat ini, patung tersebut masih dalam proses perakitan.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL), Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, terkait rencana pembangunan patung Bung Karno, dirinya diundang Kadaop PT KAI Daop 4 Semarang pada Rabu (27/1/2021) untuk melihat dimulainya pencanangan pembangunan.

- Advertisement -

Untuk peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan patung sebenarnya telah dilakukan sejak 2019 dan rencananya hendak diresmikan di 2020. Karena adanya kondisi pandemi Covid-19, membuat rencana tersebut tertunda dan baru dimulai kembali.

”Pekan ini, sudah mulai dilakukan perakitan patung yang berasal dari Bandung tersebut. Hal itu lantaran patung setinggi 14 meter tersebut terdiri atas beberapa potong bagian. Perakitan diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga pekan. Selain itu, untuk menuju ke arah Patung Bung Karno rencananya di tengah-tengahnya akan dibangun jembatan kaca, seperti yang ada di museum Kota Lama dan Rumah Pompa Mberok,” terang Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu, Jumat (29/1/2021).

Dirinya bahkan meminta agar air yang ada di Polder Tawang bisa dijernihkan, sehingga ikan-ikan dan bunga teratai yang berada di bawahnya bisa terlihat.

Keberadaan patung Bung Karno itu, nantinya diharapkan mampu terintegrasi dengan kawasan wisata Kota Lama.

”Awalnya, di lokasi tersebut ada air mancurnya. Namun karena dianggap tidak pas dengan keberadaan patung Bung Karno maka kemudian air mancurnya dihilangkan. Apalagi, patung Bung Karno memang rencananya akan menjadi ikon di Polder Tawang tersebut. Patung ini bahkan lebih tinggi dari patung Cheng Ho yang setinggi 12 meter,” ungkap Mbak Ita, yang juga Wakil Wali Kota Semarang ini.

Adapun setelah perakitan patung selesai, lanjut Mbak Ita, tahapan berikutnya berupa pembersihan atau revitalisasi Polder Tawang dan sekitarnya.

Selain itu, tambah dia, mulai 1 Februari 2021 direncanakan jalan di depan Polder Tawang tidak lagi diperbolehkan untuk akses umum. Melainkan, hanya khusus diperuntukan bagi akses ke Stasiun Tawang.

”Jalan akses akan dialihkan ke Jalan Merak bagi kendaraan ringan. Bagi kendaraan berat akan diarahkan ke Mpu Tantular dan menuju ke pelabuhan Tanjung Emas,” kata Mbak Ita.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.