Pastikan Klaim dan Janji Calon, AMSI Jateng Gelar Cek Fakta Debat Publik Pilkada Solo

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jateng kelompok media Semarang menggelar kegiatan cek fakta debat publik II Pilkada Solo yang digelar di Hotel @home, Kamis (3/12/2020) malam.

 

HALO SEMARANG – Tim ceker dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jateng menggelar kegiatan cek fakta debat publik II Pilkada Solo yang digelar Kamis (3/12/2020) malam. Kegiatan cek fakta kelompok media Semarang ini terpusat di Hotel @home Semarang, dan dipimpin langsung Ketua AMSI Jateng, A Nurkholis.

Ketua AMSI Jateng, A Nurkholis mengatakan, secara keseluruhan ada beberapa data dan pernyataan yang disampaikan oleh para calon, baik Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa maupun Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) yang kemudian dicek kebenarannya oleh timnya.

“Ini sebagai upaya untuk mengetahui apakah klaim para calon benar atau tidak. Agar bisa tersaji informasi yang benar kepada masyarakat, tak melulu hanya mempercayai klaim atau janji dari para calon,” katanya di sela kegiatan cek fakta.

Nurkholis menambahkan, dengan diadakannya program cek fakta, AMSI ingin mengedukasi kepada masyarakat agar tidak langsung terpesona dengan data dan angka serta klaim pasangan calon. Menurutnya masyarakat harus terbiasa melakukan pemeriksaan fakta apakah klaim itu betul apa tidak.

Pada kesempatan tersebut tim cek fakta AMSI Jateng menghadirkan pakar sebagai expert yaitu Drs Joko j Prihatmoko (Pakar Politik dan Dosen Fisip Unwahas Semarang) dan Akhmad Ramdan (Sosiolog dari UNS Surakarta) yang hadir secara virtual.

Sementara pengamat politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Drs Joko J Prihatmoko MSi yang mendampingi tim cek fakta AMSI Jateng mengatakan, secara umum debat publik II Pilkada Solo berjalan menarik. Hanya saja menurutnya, baik dari pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa maupun Bagyo Wahyono-FX Supardjo sama-sama tak menyampaikan visi misi yang timetible atau ada target waktu yang dijadwalkan.

“Dalam visi-misi calon tak ada kepastian waktu, ukuran keberhasilan, juga nyaris tak ada pemaparan data. Semua yang disampaikan nyaris hanya janji-janji. Keduanya memberi jawaban ataupun tanggapan khas politikus, yang selalu mengambang tanpa ada kepastian waktu,” katanya.

Sebagai informasi, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berkolaborasi dengan Tim Cek Fakta dengan dukungan Google News Initiative menyelenggarakan Cek Fakta Debat Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020 diberbagai daerah.

Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut mengatakan, cek fakta adalah format baru penyampaian informasi yang didesain untuk menghadapi hoaks yang kian merajalela.

“Dengan program ini, kami pastikan sebagian besar anggota AMSI kini sudah mendapatkan pelatihan cek fakta. Ke depan cek fakta akan menjadi senjata andalan media online anggota AMSI dalam melayani kepentingan publik,” katanya di Jakarta, Minggu (8/11/2010).

Cek Fakta Pilkada 2020 ini berlangsung di 16 AMSI Wilayah. Yaitu wilayah Kalimantan diselenggarakan AMSI Kalimantan Barat, dan AMSI Kalimantan Timur.

Sedangkan di Sumatera diselenggarakan AMSI Sumatera Utara, AMSI Sumatera Barat, AMSI Sumatera Selatan, dan AMSI Riau. Sementara itu di Indonesia Timur diselenggarakan AMSI Sulawesi Utara, AMSI Sulawesi Tenggara, AMSI Sulawesi Selatan, AMSI Gorontalo, AMSI Maluku-Maluku Utara. Serta di Jawa diselenggarakan AMSI Jakarta, AMSI Jawa Barat, AMSI Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.
Tim pemeriksa fakta (fact-checker) yang terlibat kali ini berasal dari media-media anggota AMSI di masing-masing wilayah, pers mahasiswa/ akademisi dan pakar independen di tingkat lokal.

AMSI menekankan pihak yang terlibat dalam Cek Fakta Debat Pilkada 2020 adalah tim independen yang tidak memiliki kepentingan memihak atau menjatuhkan salah satu calon.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.