Pasokan Daging Sapi dari Australia Berkurang, Kabupaten Pati Ikut Amankan Stok Nasional

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah; Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag, Syailendra; Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin, berkunjung ke peternakan sapi PT Indonesia Multi Indah milik Sutomo, di Kecamatan Margorejo. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Kabupaten Pati dipastikan dapat ikut mengamankan stok daging sapi Nasional, terutama untuk mencukupi kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri 2021.

“Kami memastikan dari aspek produksi, bahan baku untuk pangan kita, dalam hal ini sapi, yang menurut perkiraan terjadi kelangkaan, akibat stok dari negara yang selama ini diambil (Australia-red) berkurang, sehingga harga menjadi tinggi,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, ketika berkunjung ke Kabupaten Pati.

Dalam kunjungannya bersama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Syailendra itu, rombongan didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, mengunjungi peternakan sapi PT Indonesia Multi Indah (PT IMI) milik Sutomo, di Kecamatan Margorejo.

Lebih lanjut Nasrullah mengatakan, berdasarkan peninjauannya, sapi lokal cukup tersedia dengan harga kompetitif, sehingga bisa mengamankan kestabilan pasokan daging sapi, untuk Ramadan dan Lebaran 2021.

Nasrullah menambahkan, stok sapi potong di peternakan yang dia kunjungi di Pati ini, juga bisa menyuplai untuk wilayah sentra konsumen di Jabodetabek dan Bandung Raya. Kedua wilayah ini memang rawan kelangkaan dan kenaikan harga.

“Kami pastikan (stok cukup-red). Di sini saja (PT IMI-red) sampai Lebaran bisa sediakan 2 ribu ekor. Ini baru satu titik,” kata dia, seperti dirilis Patikab.go.id.

Dia juga menyebut, kebutuhan daging sapi secara nasional untuk bulan puasa mendatang ialah 58 ribu ton.

“Kemudian pada  Mei agak tinggi, karena bersamaan dengan puasa dan Lebaran, sekitar 60 ribu ton,” tutur Nasrullah.

Menurutnya, sapi lokal bisa menutupi kebutuhan pasokan daging sapi tersebut. Lagipula tingkat impor sapi Indonesia sudah menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu 39 persen, sekarang turun sekitar 10 sampai 13 persen. Kita juga sudah terjadi peningkatan populasi (sapi potong-red), rata-rata sekitar satu juta ekor per tahun dengan eksisting jumlah indukan yang ada. Dengan berbagai program pemerintah seperti Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri-red),” jelas dia.

Sementara itu, Dirjen PDN Kemendag Syailendra menuturkan, ketersediaan sapi lokal memadai, untuk memenuhi pasokan daging segar. Dia menegaskan, tidak perlu ada kekhawatiran sekalipun pasokan sapi yang akan diimpor dari Australia menurun.

“Memang di Australia selain harganya naik juga. Di sana ada repopulasi, jadi ekspor mereka terbatas. Tapi kita tidak perlu takut. Sapi lokal banyak. Kemarin saya keliling di Jawa Timur saja, ada empat juta lebih sapi. Jadi banyak sekali. Indonesia cukup siap kalau untuk sapi”, paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) mengatakan, pihaknya memang selama ini berupaya memperkuat sektor produksi peternakan, perikanan, dan pertanian. Termasuk pula peternakan sapi potong.

“Kami membuat produksi di sini lebih kuat. Kalau produksi kuat, harga juga bisa terjaga dengan baik,” kata pria yang akrab disapa Safin ini.

Ia pun menambahkan, produksi daging sapi di Pati tergolong surplus. Sebab, banyak kandang ternak di Pati, mulai dari skala kecil hingga skala besar seperti PT IMI.

“Di Pati kandang tidak hanya di sini. Ada banyak, dari puluhan ekor sampai yang ribuan ekor seperti di sini. Kita ini, alhamdulillah, baik daging sapi, ayam, beras, kita surplus, dan ini kita kuatkan terus,” tandas Safin. Setelah di Margorejo kemudian rombongan pun meninjau ke peternakan sapi di Desa Klecoregonang kecamatan Winong. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.