Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 di Kendal, Mengaku Dimintai Jasa Kirim Obat

Teguh (baju hitam) pasien isolasi mandiri Covid-19 yang mengaku dimintai biaya jasa kirim obat oleh oknum.

 

HALO KENDAL – Upaya dan kerja keras Satgas Covid-19 yang secara sukarela melakukan pencegahan, penyebaran, dan membantu para pasien di Kabupaten Kabupaten Kendal sedikit tercoreng oleh ulah salah satu oknum yang mengaku sebagai petugas dari salah satu Puskesmas di Kabupaten Kendal.

Oknum petugas tersebut diduga meminta uang jasa pengambilan obat kepada pasien terpapar Covid 19, yang sedang melakukan isolasi mandiri, sebesar Rp 50 ribu.

Warga Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Teguh Priyanto yang positif terpapar Covid 19, setelah dilakukan test swab karena sebelumnya dinyatakan reaktif saat rapid test mengaku dimintai biaya oleh oknum tersebut. Dia tidak mengetahui, itu petugas dari mana. Pasalnya oknum yang mengaku petugas tersebut saat mendatangi kediamannya, mengenakan APD lengkap, dan datang dengan ambulance.

“Oknum petugas tersebut mendatangi saya yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya, Rabu (3/12/2020).

Teguh menjelaskan, saat itu oknum petugas tersebut mengatakan, beberapa obat Covid-19 harus diambil ke Rumah Sakit Darurat Covid 19 (RSDC) dan pengambilan itu ada biayanya.

“Saya dimintai uang sebesar Rp 50 ribu dan saya pun menurutinya. Alasan oknum petugas tersebut, saya tidak boleh mengambil sendiri. Kata oknum tersebut, uang itu sebagai biaya untuk uang bensin ambil obat,” terang Teguh.

Belum diketahui oknum petugas tersebut dari mana. Camat Weleri, Nur Salim, saat dikonfirmasi pun mengaku, dirinya tidak mengetahuinya.

“Meski demikian sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Weleri, kami akan melakukan pengecekan. Apakah oknum tersebut dari petugas kecamatan atau bukan,” kata Nur Salim

Sementara itu Direktur RSDC yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr Budi Mulyono menegaskan, tidak ada biaya apapun untuk penanganan pasien Covid-19.

“Kami tegaskan, bahwa tidak pernah memungut apapun dari pasien Covid-19. Jika ada, petugas yang mengambilkan obat biasanya dari puskesmas. Kami akan membantu melakukan penelusuran, dan jika kedapatan adalah petugas Puskesmas maka kami akan tegur,” tandas Budi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.