in

Pasien DBD di Kendal Didominasi Anak Sekolah SD – SMP

Kabid P2P Dinkes Kendal, Agustinus Bambang Setyawan, di ruang kerjanya, Senin (15/1/2024).

HALO KENDAL – Pasien yang terpapar penyakit demam berdarah dengue (DBD), sebagian besar didominasi anak sekolah SD hingga SMP. Dimana penyebabnya diduga karena adanya kelalaian dalam menjaga lingkungan terutama di sekolah.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kendal, Agustinus Bambang Setyawan, Senin (15/1/2024).

“Di sekolah itu ternyata banyak genangan-genangan yang tidak dibersihkan. Seperti misalnya bak mandi yang tidak dibersihkan. Sehingga nanti kita akan mengadakan pelatihan, jadi siswa itu dikader untuk mencari jentik nyamuk,” terangnya kepada awak media.

Untuk itu, pihaknya gencar menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pasalnya, bisa menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mencegah penyakit DBD.

“Melalui pemberantasan sarang nyamuk, dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue,” jelas Bambang.

Menurutnya, PSN dengan cara 3M Plus, yaitu menguras dan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

“Itu yang dapat menjadi upaya kita, sehingga dapat mencegah jentik-jentik nyamuk berkembang biak,” imbuh Bambang.

Sedangkan plusnya, itu seperti tidak menggantung baju kotor di dalam rumah, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur dan lain sebagainya.

Pada kesempatan itu, Bambang juga memaparkan, pada tahun 2023 lalu, jumlah yang terpapar penyakit demam berdarah di Kendal mencapai 375 kasus, dengan 29 orang meninggal dunia.

“Kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Rowosari dengan jumlah 35 kasus dan mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Kemudian di Kecamatan Kaliwungu yang terdapat 27 kasus dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia,” paparnya.

Bambang menambahkan, pihaknya terus memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat untuk selalu melaksanakan 3M Plus. Dirinya juga berharap agar masyarakat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan baik didalam rumah maupun di luar rumah.

“Fogging itu kan hanya untuk membunuh nyamuk dewasa, tetapi untuk calon nyamuk-nyamuk itu juga harus diberantas. Yaitu caranya dengan melakukan 3M Plus,” imbuh Kabid P2P Dinkes Kendal. (HS-06)

Manfaatkan Air Hujan, Relawan Padamu Indonesia Bantu Atasi Krisis Air Di Tlilir

Tempat Hiburan Karaoke di Kota Tegal Terbakar, Belasan Korban Dilarikan ke RSUD