in

Pasien Covid-19 RSUP dr Kariadi Meningkat Empat Kali Lipat, Ruangan Ditambah

Ruang Isolasi dan ICU di RSUP Kariadi yang hampir penuh bisa terlihat pasien yang menunggu di luar UGD.

 

HALO SEMARANG – Lonjakan pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi semakin meningkat. Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Parna mengatakan, kondisi tersebut mengalami peningkatan hingga empat kali lipat, jika dibandingkan sejak awal kasus Covid-19 pada bulan Mei-Juni tahun lalu.

“Kalau dibandingkan dari awal-awal Mei-Juni tahun kemarin, ini meningkatnya sampai empat kali lipat,” kata Parna saat dihubungi halosemarang.id, Rabu (16/6/2021).

Data yang diungkapkan Parna, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan sebanyak 161 pasien. Sedangkan pada awal Mei tahun 2020, jumlahnya sebanyak 44 pasien.

“Yang dulu hanya merawat 44 pasien kasus Covid-19, saat ini sudah sampai 161 yang kita rawat,” ungkapnya.

Meski peningkatan begitu signifikan, ketersediaan ruang isolasi untuk pasien Covid-19 saat ini masih bisa dikatakan cukup menampung.

Parna menyampaikan, pihaknya juga telah merencanakan membuka ruang isolasi baru dengan kapasitas 40 tempat tidur sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Jumlah ruang isolasi kita ada 183, sekarang yang sudah terisi 161, masih ada tempat untuk pasien Covid-19. Saat ini, akan kita rencanakan membuka ruang isolasi baru kapasitas 40 tempat tidur lagi di Ruang Rajawali,” imbuhnya.

Pasien yang saat ini menjalani perawatan, Parna menyebut, paling banyak dari luar Kota Semarang. Sebab, RSUP dr Kariadi merupakan rujukan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat tiga.

“Karena RSUP Kariadi menjadi rujukan tingkat tiga otomatis yang datang ke sini banyak dari luar kota, dari Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, Rembang kalau dari Kota Semarang malah sedikit,” katanya.

Dalam perawatannya, pasien Covid-19 menjalani di ruang khusus dan terpisah dengan pasien non Covid-19. Yakni ruang tersebut menggunakan tekanan udara negatif, yang bertujuan untuk mengendalikan penyebaran virus.

“Di ruang rawat Covid-19 ini sudah pasti berbeda, karena fasilitas juga beda, ruang isolasi untuk pasien Covid-19 itu namanya ruang dengan tekanan negatif,” jelas Parna.

Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan, mengingat jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin membludak.

“Semua orang sudah banyak yang menyampaikan memang kasus Covid-19 meningkat, masyarakat harus hati-hati. Artinya, selama ini masyarakat yang tidak disiplin protokol kesehatan ya harus disiplin,” tandasnya.(HS)

Share This

Proses Prapendaftaran Tingkat TK/SD di Semarang Dibuka

Yoyok Sukawi Berharap Pemerintah Bijak Soal Rencana PPN bagi Jasa Pendidikan