Pasca Banjir DLH Kota Pekalongan Periksa Sumur dan IPAL

Salah satu instalasi pengolahan limbah di Kota Pekalongan. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan akan mengecek sumur warga dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekalongan. Hal itu untuk mengetahui kualitas dan kalaikan air sumur warga dan IPAL, setelah banjir melanda wilayah itu.

“Kami akan melakukan pemantauan sumur warga, nantinya akan koordinasi dengan Dinperkim dan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Erwan Kurniawan ST, Kamis (4/3) seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Menurut Erwan, pada saat tidak banjir, air sumur gali milik warga banyak yang hanya untuk mandi dan mencuci. Hal itu karena air tersebut tidak layak untuk konsumsi. Jika air tersebut tercampur banjir, tentu semakin tidak layak untuk digunakan.

“Jika akan digunakan lagi, maka warga harus menguras sumur tersebut agar air tak tercemar,” kata Erwan.

Lebih lanjut dikatakan, DLH juga memantau kualitas air sungai secara rutin setiap dua bulan, dengan mengambil sample di daerah hulu, tengah, dan hilir. “Untuk sumur warga ini juga perlakuan sama nanti beberapa titik digunakan untuk sampel,” kata Erwan.

Disebutkan Erwan, DLH rutin memantau 4 IPAL Kota Pekalongan yakni di Kelurahan Jenggot, Kauman, Pringlangu, dan Banyurip. Setiap hari IPAL tersebut ada pengelolanya, tugas DLH memantau keliling 2-3 hari. “Kapasitas IPAL di Jenggot 400 m³, IPAL Kauman 100 m³, IPAL Pringlangu 70 m³, dan IPAL Banyurip 250 m³. Selain ini, ada 70 IPAL di warga,” papar Erwan.

Disampaikan Erwan bahwa dengan kapasitas tersebut limbah belum dapat terolah secara keseluruhan. Erwan meminta agar para pengusaha memiliki IPAL untuk mengolah limbahnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.