Pasar Tak Sediakan Tempat Cuci Tangan, Bupati Rembang Ingin Ada Petugas Khusus

Rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di kantor Bupati Rembang. (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Sejumlah pengelola tempat kegiatan masyarakat  seperti pasar di Kabupaten Rembang, nampaknya masih kurang memperhatikan pentingnya keberadaan tempat cuci tangan.

Beberapa tidak menyediakan tempat cuci tangan dan ada pula yang menyediakan tetapi tidak berfungsi.

Berbagai kekurangan itu pun terungkap dalam rapat di Ruang Rapat kantor Bupati Rembang, membahas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

Dalam rapat itu Bupati Rembang H Abdul Hafidz, meminta dinas terkait untuk menerjunkan tim, atau petugas untuk mengontrol tempat cuci tangan tersebut. Termasuk bertugas mengisi air dan sabun jika habis.

“Di Pasar ini, supaya ditinjau di lapangan. Mana-mana Pasar yang masih minim, bahkan belum ada atau sudah ada tetapi tidak berguna, tidak digunakan tetapi dipajang, ini kan banyak ini. Jadi, supaya ada tim khusus, dari petugas yang mengontrol terhadap sarana itu. Jadi, tukang yang ngisi air, yang kasih sabun harus ada. Jangan sampai ada tempat, tetapi tidak bermanfaat,” terangnya.

Widyasari salah satu warga Lasem, mengaku memang saat pergi ke pasar terkadang air atau sabunnya habis. Menurutnya keberadaan fasilitas umum tersebut sangat penting di masa pandemi semacam ini.

“Bagi saya penting mas adanya tempat cuci tangan, karena pasar kan tempat yang rawan. Kalau saya ke mana-mana pakai hand sanitizer, tapi itu pilihan terakhir kalau tidak ada tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, ” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.