Pasar Jajan Semarangan di Masjid Kauman Semarang Kembali Digelar

 

HALO SEMARANG – Masjid Agung Kauman Semarang tahun 2021 ini menggelar kembali kegiatan Pasar Jajan atau dikenal dengan sebutan Pajangan Mas atau Pasar Jajan Semarangan.

Kegiatan ini menggunakan lokasi di area masjid Kauman Semarang dan berjejer di sepanjang ruas jalan. Setelah tahun 2020 lalu tidak diadakan, karena pandemi Covid-19, Pajangan Mas akhirnya bisa diselenggarakan tahun ini.

Dari pantauan, Selasa (20/4/2021) sore, para pedagang mulai menggelar jajanan, sejak pukul 16.00 hingga pukul 22.00 WIB. Muhammad Agus Nuurrachman selaku penanggung jawab Pajangan Mas mengungkapkan, sudah menyiapkan 38 kios tenda untuk berjualan masyarakat sekitar dan untuk umum.

“Sudah kembali digelar. Tapi prokes harus tetap diterapkan. Kami akan keliling untuk mengecek. Karena dari awal sudah kami galakkan untuk cuci tangan, yang jual harus pakai masker dan di dalam tenda hanya boleh dua orang yang jual,” ujar Agus.

Dengan adanya kegiatan tersebut, kata dia, tentunya menjadi angin segar bagi para penjaja kuliner khas Ramadan yang biasa berdagang di area tersebut.

“Kami juga memberikan tempat berjualan anak muda yang lulus sekolah di wilayah sekitar Kauman, tapi memang belum punya pekerjaan. Daripada tidak ada kegiatan, mereka kami dorong untuk berjualan sekaligus melatih jiwa kewirausahaan mereka. Dan ada juga dari mereka yang ingin usaha berjualan tapi tidak ada tempat, sehingga kami fasilitasi untuk mereka berjualan di sini,” terangnya.

Seperti diungkapkan Ani, salah-satu penjual takjil, bahwa tahun lalu tidak ada tenda-tenda untuk berjualan seperti di tahun ini.

“Alhamdulillah sekali sudah boleh jualan lagi, semoga selalu begini. Biar kita cari uang juga gampang. Tidak seperti pandemi kemarin susah cari uang,” harapnya, di sela-sela melayani pembeli.

Hal senada juga diungkapkan Suharno, pembeli kuliner khas Ramadan di Pajangan Mas. Ia mengatakan, sangat senang penjual kembali diperbolehkan menjajakan dagangannya.

Suharno juga mengungkapkan jika Ramadan di tahun 2021 ini lebih terasa suasananya dibandingkan tahun 2020 lalu.

“Sangat mendukung karena UMKM bisa bergeliat kembali. Sekarang saya sudah berani berkunjung, asalkan tetap menjaga prokes. Saya rasa masyarakat juga sudah mulai sadar pentingnya Prokes ini”, pungkas Suharno.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.