in

Pasar Ikan Higienis Semarang Akan Jadi Sentral Bisnis Perikanan

Gedung Pasar Ikan Higienis Kota Semarang kondisinya sepi pembeli.

HALO SEMARANG – Dinas Perikanan Kota Semarang merencanakan akan mengoptimalkan fungsi Pasar Ikan Higienis Mina Rejomulyo Kota Semarang menjadi sentral bisnis perikanan. Nantinya, di tempat tersebut akan digunakan sebagai pusat aktivitas masyarakat terutama untuk mencari produk perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, di dalamnya selain ada yang menjual produk perikanan juga dilengkapi fasilitas showroom dan juga ruang pelatihan produk perikanan. Karena selama ini belum ada wadah atau tempat khusus yang difasilitasi Dinas Perikanan untuk memasarkan produk perikanan.

“Harapannya kita menyiapkan tempat atau wadah sekaligus untuk mempertemukan produsen menjual ikan segar dari nelayan, ataupun pembudi daya air tawar maupun laut. Atau bisa saja dari produk UMKM,” katanya, Senin (13/12/2021).

Para pelaku UMKM, kata Nurkholis, termasuk seperti pengolah dan pemasar juga akan dilibatkan. “Dari data yang ada jumlahnya cukup banyak, tapi sementara ini kita tidak punya wadah untuk memasarkan produk mereka tersebut. Selama ini mereka memasarkan produknya secara sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Tahun depan Dinas Perikanan akan mengubah atau mengkonsep ulang Pasar Ikan Higienis Mina Rejomulyo menjadi Sentral Bisnis Perikanan.

Diharapkan, dengan dibukanya pusat bisnis perikanan, nantinya akan menarik pembeli dan tempat itu bisa memiliki pangsa pasar sendiri.

“Di tempat ini, produk nelayan secara langsung bisa didapatkan, tidak hanya kuantitasnya tapi kualitas terjaga. Harapannya, dari nelayan sudah ada perilaku rantai dingin yakni dari nelayan terdapat cool box, dan di tempat penjualan disiapkan freezer. Arahnya menjadi pasar ikan segar yang higienis,” paparnya.

Gedung tersebut, lanjut Nurkholis, ke depan pedagang lama diprioritaskan untuk menempati. Lalu, pengembangan lebih lanjut bisa dimanfaatkan oleh para istri nelayan, sehingga ada kegiatan.

“Hasil tangkapan dari nelayan ada wadah atau tempat untuk menjual ikan. Termasuk jika ada ikan olahan, ikan asin, ikan panggan, dan pindang. Agar mereka punya tambahan pendapatan,” katanya.

Tak hanya itu, di tempat tersebut ada produk UMKM seperti bandeng presto, abon lele, dan amplang yang bisa didasarkan juga, sehingga PIH itu bisa hidup.

“Tapi tentunya juga diikuti dengan membenahi gedung yang ada dulu,” ujarnya.

Sedangkan penataan di sana, kata Nurkholis, diblok atau gedung A untuk tempat memasarkan produk sudah dalam bentuk kemasan/masakan.

“Di lantai duanya, untuk pameran ikan hias. Dan yang saat ini gedung A dipakai penjual ikan hias akan dipindahkan ke kios penjual ikan hias di luar gedung. Kemudian di Gedung B, akan ditempati pedagang ikan segar higienis,” jelasnya.

Dia mengaku, untuk anggaran perbaikan gedung tahun ini tidak begitu besar. “Sehingga apakah nanti penataan, menunggu anggaran tahun 2022. Harapannya tahun depan bisa seperti rencana itu, tapi kalau seperti saat ini kondisinya masih belum begitu siap. Sebab ada rencana pembenahanan termasuk luar gedung seperti tempat parkir dan halamannya,” pungkasnya.(HS)

Hoaks Omicron Terus Beredar, Masyarakat Harus Bijak Memilah Informasi

106 Atlet Ikuti Kejuaran Panahan Piala Bupati Batang