Partisipasi Pemilih di Pilwakot Pekalongan Lampaui Target Nasional

Foto : Jatengprov.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Calon yang hanya dua pasangan pada pilwakot Pekalongan, menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi pemilih, hinga melampaui rata-rata nasional. Calon yang hanya dua pasang, membuat pemilih lebih mudah menentukan pilihannya.

Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Thoha mengatakan tingkat partisipasi pemilih dalam pilwalkot Pekalongan,  menembus angka 79,35 persen. Angka ini lebihi tinggi dibanding taget partisipasi pemilih nasional sebesar 77,5 persen.

“Alhamdulillah, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilwalkot tahun ini, melebihi target nasional yakni mencapai 79,35 persen,” ucapnya, seperti dirilis Jatengprov.go.id, kemarin.

Partisipasi yang sedemikian tinggi, menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya tinggi. Tentunya, ini akan berpengaruh pada masa depan daerah.

Menurut Rahmi, tingginya tingkat partisipasi pemilih, dipengaruhi oleh kandidat pasangan calon kepala daerah hanya ada dua (head to head), sehingga masyarakat lebih mudah untuk menentukan pilihan.

Setelah rekapitulasi perhitungan surat suara di tingkat Kota Pekalongan selesai, ia menegaskan tahapan selanjutnya adalah, penetapan calon terpilih Pilwalkot Pekalongan 2020. Namun jadwal penetapan, masih harus menunggu Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).

“Maksimal tiga hari setelah rekapitulasi perhitungan surat suara tingkat kabupaten/kota selesai. Untuk Kota Pekalongan sendiri maksimal Jumat mendatang, karena yang dihitung hari kerja. Penetapan calon terpilih tetap menunggu proses BRPK di tingkat MK yang sifatnya tentatif,” tandasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.