Para Pemandu Karaoke GBL Banyak yang Ditolak Mudik di Kampung Halaman

Para pemandu karaoke yang didata Satpol PP Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Sebagai bentuk empati terhadap beberapa pemandu lagu karaoke di eks-lokalisasi Gambilangu (GBL), Satpol PP Kota Semarang akan mengantar pulang ke kampung asalnya.

Pasalnya, sejak ada edaran dan penutupan sementara seluruh tempat hiburan, para pemandu lagu khususnya di karaoke tersebut ditolak untuk pulang ke kampung halamannya.

“Karena ditolak pulang ke halamannya, para pemandu karaoke ini memilih kost di sekitaran GBL,” ujar Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Rabu (22/4/2020).

Untuk itu, lanjut Fajar, pihaknya akan mengantarkan para pemandu lagu tersebut pulang ke kampung halamanya paling lambat tanggal 24 April 2020.

“Para pemandu lagu saat ini masih kamj bina di kantor Satpol PP. Kami minta tolong semua kabupaten/kota mau menerima warganya. Apalagi mereka negatif dari wabah Covid-19. Apabila didapati positif segera dirujuk ke rumah sakit,” tambah Fajar.

Untuk diketahui, sedikitnya 25 pemandu lagu tersebut diketahui tidak pulang kampung meski tempat karaokenya sudah ditutup Satpol PP Kota Semarang.

Para pemandu lagu itu dibawa ke kantor Satpol PP Kota Semarang untuk didata kemudian akan diantarkan pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Sementara itu, tambah Fajar, hasil dari pantauan pihaknya, tempat hiburan semuanya tutup sesuai dengan edaran dari pemerintah.

“Bagi warga yang mengetahui ada tempat hiburan yang tetap bandel buka, untuk bisa melaporkan ke Satpol PP Kota Semarang,” pungkas Fajar.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.