in

Pantau PTM TPQ di Kendal, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Jawa Tengah

Kakanwil Kemenag Jateng, saat menyampaikan hasil supervisi pelaksanaan PTM TPQ di Kendal Jumat (24/9/2021).

 

HALO KENDAL – Dalam pemantauan pembelajaran tatap muka di Taman Pendidikan Quran di Kabupaten Kendal, masing-masing TPQ sudah berkoordinasi dengan Satgas setempat dan melaksanakan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad saat melakukan Kunjungan Supervisi di TPQ Nurul Falah Kelurahan Sijeruk Kecamatan Kendal, Jumat (24/9/2021).

Kunjungan ini dalam rangka memantau pelaksanaan pendidikan di TPQ, sudah dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang baik. Sehingga bisa menghindari terjadinya klaster Covid-19.

“Pendidikan keagamaan seperti madrasah dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang sekarang sudah mulai bergeliat, seiring dengan kondisi pandemi yang sudah melandai. Untuk itu, harus disikapi dengan cermat dan harus tetap berhati-hati,” pesan Kakanwil Kemenag Jawa Tengah kepada seluruh pengasuh TPQ di Kendal.

Musta’in menyampaikan, bagi lembaga pendidikan yang akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, para pengajar atau ustaz di madrasah atau pesantren dipastikan harus sudah divaksin.

Selain itu, untuk murid yang sudah berusia 12 tahun ke atas diminta untuk segera melakukan vaksinasi.

“Semuanya harus hati-hati, tidak boleh sembrono, jika nanti akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid setempat, agar pembelajaran bisa dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang baik,” jelas Musta’in.

Untuk pembelajaran tatap muka di pesantren sudah boleh dilaksanakan, dengan persyaratan, santri tidak diperbolehkan keluar masuk dari kawasan pesantren.

“Selain itu, juga pengetatan bagi keluarga yang menjenguk,” imbuh Kakanwil Kemenag Jateng.

Sementara itu, Ketua I Forum Ukhuwah Silaturahim Pendidikan Al Quran (Fuspaq) Kabupaten Kendal, Abu Suyudi mengatakan, pembelajaran tatap muka di TPQ sudah dilakukan sejak paska Lebaran lalu, namun secara terbatas atau bergantian yang masuk setiap harinya.

“Karena peserta didik TPQ merupakan anak-anak usia dini, sehingga belum bisa mengikuti pembelajaran secara daring,” ujarnya.

Abu Suyudi menyebut, di Kabupaten Kendal terdapat 680 TPQ dengan 6.000 guru atau pengajar.

Dalam pemantauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di TPQ, masing-masing TPQ sudah berkoordinasi dengan Satgas setempat.

“Untuk pemantauan selanjutnya, masing-masing TPQ berkoordinasi dengan pihak desa. Jika dizinkan ya silakan, karena TPQ secara daring itu tidak bisa, yang penting berkoordinasi dengan Satgas Desa,” pungkasnya.(HS)

Share This

Ditemukan Kasus Positif Covid-19 di Sekolah, Semarang Waspadai Muncul Klaster PTM

Warga Semarang Tengah Ditemukan Meninggal Dunia Usai Jatuh Dari Atap