Pantai Sendang Asih, Potensi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Kendal

Pengunjung bermain pasir di Pantai Sendang Asih, Kendal.

 

BERWISATA di sebuah pantai nampaknya tak selamanya disuguhkan dengan suasana panas terik matahari.

Meski pantai identik dengan pesisir, ada sebuah pantai baru di Kabupaten Kendal yang menyuguhkan suasana asri, dengan banyak ditumbuhi pohon cemara dan pemandangan persawahan.

Tentu saja keasrian pantai ini tak menghilangkan suasasana khas pesisir, dengan pasir serta suara desiran ombak.

Adalah pantai Sendang Asih, objek wisata yang memiliki panjang bibir pantai mencapai 600 meter itu terletak di barat laut Kendal, tepatnya di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari.

Pengelola Pantai Sendang Asih, Heny Endang Setiyowati menuturkan, pada awalnya wilayah ini merupakan pantai yang tak tersentuh manusia. Bahkan tadinya, tak ada akses kendaraan untuk sampai ke tempat itu.

“Sekarang bagi yang ingin masuk ke lokasi pantai Sendang Asih sudah ada akses jalannya meski masih sederhana. Pengunjung akan menempuh jalan desa sepanjang 800-an meter dari pertigaan menuju Pantai Sendang Sikucing,” ungkapnya, Rabu (9/9/2020).

Dengan kondisi jalan sederhana, pengunjung akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam berupa tanaman padi dan jenis tanaman perkebunan lain yang ditanam warga di pinggiran jalan, hingga pintu masuk pantai.

“Asri kan, hanya berjarak 50-100 meter dari bibir pantai sudah tumbuh tanaman padi yang subur. Tak hanya itu, pantai ini juga memiliki pepohonan cemara yang rindang yang membentang di sepanjang pantai,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, pada 2007 lalu, bersama sang suami, dia mulai merintis dengan melakukan sedikit pembenahan sekitar pantai. Ribuan tanaman cemara ditanam, akses jalan dibuat, serta menata berbagai fasilitas umum seperti toilet dan tempat parkir.

Pada 2012, pantai tersebut mulai dibuka untuk umum dengan segala keterbatasan dengan sebutan Pantai Baru Sendang Asih.

Saat itu, pengunjung dibebaskan retribusi tiket dengan harapan masyarakat bisa melihat langsung keindahan pantai ini.

“Sebenarnya suami saya dapat masukan banyak nama. Ada Pantai Dewandaru, Pantai Alam Indah, Pantai Ceria dan lain-lain. Akhirnya diputuskan untuk memakai Pantai Baru Sendang Asih yang kini diubah menjadi Pantai Sendang Asih,” terangnya, Rabu (9/9/2020).

Heny mengungkapkan, nama Sendang diambil dari Sendang Sikucing, sedangkan nama Asih dipilih, dengan harapan pengunjung nantinya dapat saling mengasihi, baik keluarga, teman, maupun pasangan.

“Kami berharap dengan nama yang “njawani” itu dapat selalu diingat masyarakat hingga ke berbagai daerah,” imbuhnya.

Pembenahan kondisi sekitar Pantai Sendang Asih dilakukan tanpa mengurangi konsep alam yang telah ada. Pihaknya hanya menambahkan pohon cemara dan beberapa pohon lainnya guna menambah suasana asri nan hijau.

Rencananya, lanjut Heny, di tempat yang dikelolanya juga akan dibangun penginapan sederhana untuk tempat istirahat pengunjung. Ada lagi wahana tempat bermain anak-anak.

“Konsepnya nanti buat outbond anak-anak TK, SD untuk pembelajaran di luar kelas. Kami sedang bekerja sama dengan Pemda Kendal untuk memperbaiki akses masuk guna meningkatkan jumlah wisatawan,” terangnya.

Petugas Pantai Sendang Asih, Ahmad Totok Hariyanto menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19, pantai yang berjejeran dengan Pantai Sendang Sikucing itu buka setiap pukul 06.00 – 18.00 WIB.

Menurutnya, jumlah pengunjungnya pun terbilang cukup banyak, saat liburan mencapai ribuan orang.

“Harga tiket juga terjangkau, hanya Rp 5.000 per orang sudah free tempat parkir. Bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun dibebaskan dari retribusi tiket,” jelasnya.

Pantai ini banyak diminati masyarakat saat pagi dan sore hari. Rata-rata mereka ingin melihat sunrise maupun sunset.

“Saat sore paling ramai. Ada juga pengunjung yang berniat untuk camping dan berkegiatan organisasi. Kita terbuka,” tambahnya.

Satu keunikan lain, lanjutnya, adalah keakraban nelayan dan pengunjung. Pengunjung disuguhkan dengan pemandangan nelayan yang mencari ikan di sekitarnya.

“Otomatis, pengunjung bisa melihat langsung proses bagaimana nelayan mencari ikan secara dekat. Selain itu, layaknya pantai-pantai lain, juga sudah disediakan fasilitas sewa tikar, ban renang, serta sewa mobil ATV,” ungkapnya.

Seorang pengunjung, Farid Hermawan mengapresiasi kebersihan dan pengelolaan Pantai Sendang Asih. Dengan suasana yang asri, pihaknya pun mengadakan kegiatan bersepeda di lokasi pantai.

Tak tanggung-tanggung, dirinya bersama 45 pesepeda di komunitasnya diajak untuk berkegiatan di pantai Sendang Asih.

“Kami juga adakan kegiatan sprint sepeda di pasir pantai. Kebetulan suasana pantai memang asri dan cocok untuk kegiatan,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.