in

Panjat Tebing Jateng Targetkan Medali Emas di 3 Kategori pada PON XX Papua

Salah satu atlet panjat tebing kategori boulder asal Blora saat menjalani Pelatda di Kawasan Olahraga Jatidiri Kota Semarang untuk mengikuti PON XX Papua.

 

HALO SPORT – Para atlet cabang olahraga (cabor) panjat tebing Jawa Tengah (Jateng) nampak serius berlatih di Kawasan Olahraga Jatidiri Kota Semarang, Jumat (16/7/2021).

Sejak awal tahun ini, para atlet telah menjalani gemblengan secara fisik maupun mental di pemusatan latihan daerah (Pelatda) Jateng.

Hal itu dilakukan guna mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan di Papua, 2-15 Oktober mendatang.

Saat ditemui di sela-sela latihan, satu di antara pelatih Pelatda panjat tebing Jateng untuk PON XX, Yoyok Supriyanto mengungkapkan, persiapan menyambut PON XX telah mencapai 70 persen.

“Dua bulan lagi PON XX diselenggarakan di Papua, dari awal tahun para atlet terus melakukan persiapan hingga sekarang,” kata Yoyok saat ditemui halosemarang.id, Jumat (16/7/2021).

Ia mengungkapkan, meski dalam kondisi pandemi, semangat atlet dalam berlatih nampak tinggi untuk mengikuti kompetisi olahraga tingkat nasional tersebut.

“Apapun itu pastinya kami akan memberikan yang terbaik bagi Jawa Tengah. Meski begitu, kami tidak bisa memandang sebelah mata provinsi lain,” ungkap pelatih yang juga pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng ini.

Yoyok menjelaskan, sesuai kuota yang disediakan, cabor panjat tebing Jateng akan mengirimkan 10 atlet pada PON XX.

“Target kami ada tiga emas di tiga kategori yang ditandingkan. Mulai kategori speed, lead, dan boulder,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya menyesuaikan sistem latihan pada keadaan pandemi supaya stamina, dan kesehatan atlet tetap terjaga.

“Untuk latihan, kami tetap menggunakan protokol kesehatan. Dengan sistem shift, bergantian. Tentunya untuk menghindari kerumunan saat latihan,” kata pelatih asal Kudus ini.

Selain itu, upaya memodifikasi latihan dengan memadatkan waktu yang ada. Menurutnya, kondisi fisik para atletnya sudah siap mengikuti pekan olahraga nasional di pulau cenderawasih mendatang. Namun, selain fisik, mematangkan mental terus digenjot sebelum mengikuti PON yang sempat ditunda ini.

“Biasanya saat tidak pandemi, kita bisa latihan di manapun, sementara saat pandemi kita hanya latihan di sini. Selain berdampak terhadap fisik atlet, pastinya juga berdampak bagi psikologis atlet. Padahal seharusnya para atlet juga butuh refreshing. Namun karena keadaan, kita juga harus menyesuaikan untuk menjaga mental bertanding atlet,” tandasnya.(HS)

Share This

Pemerintah Percepat Bantuan Ekonomi di Masa PPKM Darurat

Pengelola Tempat Wisata dan Pelaku Seni Berharap Tidak ada Perpanjangan PPKM