Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Panitia Pazaarseni 2019 Bertekad Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Foto ilustrasi.

 

HALO SEMARANG – Pazaarseni akan digelar Dewan Kesenian Semarang (Dekase) akhir pekan ini (13-15/9/2019). Pada pelaksanaan tahun keenam nanti, panitia bertekad ikut mensukseskan program Pemerintah Kota Semarang yang dicanangkan Wali Kota Hendrar Prihadi, salah satunya yakni mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kami sepakat dan mendukung program tersebut. Masyarakat harus terus diingatkan untuk mengurangi bahkan menghentikan penggunaan plastik sekali pakai. Karena itu, pada Pazaarseni kali ini kami mengajak masyarakat untuk mewujudkannya,” ujar Ketua Dekase, Hanry TM, Kamis (12/9/2019).

Dia mengungkapkan, pihaknya mengajak peserta serta seluruh hadirin untuk ikut mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pendukung acara untuk melakukannya.
Handry juga mengajak peserta dan pengunjung untuk membawa tempat minum sendiri (tumbler) bila ingin menikmati sajian minuman yang ada. Dia menegaskan, pihaknya tidak menyediakan minuman dalam kemasan plastik.

Komite Seni Rupa Dekase, Gunawan Effendy menambahkan, beberapa peserta Pazaarseni 2019 juga menunjukkan kreativitas dengan membuat karya lewat bahan ramah lingkungan serta sampah.

“Ada lukisan yang dibuat di botol bekas. Ada juga kriya dari barang bekas,” ungkapnya.

Dia mengakui ada sedikit hambatan untuk berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dalam hal teknis misalnya, ada beberapa peralatan serta perlengkapan yang terpaksa masih berbahan plastik. Namun, setidaknya jumlahnya tidak terlalu dominan.

Sementara Ketua Panitia Pazaarseni 2019, Adhitia Armitrianto mengatakan, dalam event kali ini mengambil tema “Semaranghebart”, intinya akan melibatkan banyak seniman dan komunitas seni yang ada. Salah satunya dengan mengajak komunitas seni rupa Raden Saleh, serta perupa lainnya.

“Nanti akan ada sebanyak 15 stand, dan satu tenda yang akan diisi oleh sekitar total 20 lebih seniman. Seperti di antaranya pelukis beraliran realis Paminto, Wati Krisna, dan beberapa perupa perempuan lainnya. Lalu ada stand lukisan antik, kartun gold pensil, taman wisata kopeng (salah satu sponsor), serta dari komunitas pelukis Demak, Jepara, Taring padi Jogja, lukis sepatu, lukis botol dan lainnya,” terang Adhitia.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang