in

Panen Raya dan Surplus, Bupati Klaten Ungkap Harapan Harga Beras Turun

Bupati Klaten, Sri Mulyani menggunakan combine harvester dalam acara panen perdana di area persawahan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, baru-baru ini. (Foto : klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Bupati Klaten, Sri Mulyani mengungkapkan harapan harga beras di tingkat konsumen bisa turun, setelah wilayahnya panen raya dan stok bahan pangan tersebut melimpah hingga surplus.

Hal itu diungkapkan Bupati Klaten, Sri Mulyani, ketika menghadiri melakukan panen raya padi di area persawahan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, baru-baru ini.

Dalam  arahannya, Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan bahwa luasan panen di Kabupaten Klaten Maret – April 2024 sebesar 18.029 ha dan diestimasikan selama masa panen Kabupaten Klaten akan surplus beras.

Meski demikian, dia mengungkapkan harga gabah kering panen, masih di harga Rp 5.500 sampai Rp 7.000 per kilo, beras medium masih di harga Rp 13.000 sampai Rp 14.000, dan beras premium di harga Rp 15.000 sampai Rp 16.000.

“Hari ini saya melakukan panen padi di persawahan Desa Trucuk. Di Desa Trucuk ini ada 104 ha persawahan yang mana di Poktan Ngudi Rejeki ada 40 ha dengan varietas inpari 32. Di masa panen ini, alhamdulillah Klaten surplus beras. Oleh karena itu, saya harapkan harga komoditas pangan, khususnya beras bisa turun terlebih menjelang hari besar keagamaan yaitu ramadhan dan Idul Fitri,” kata dia, seperti dirilis klatenkab.go.id, Senin (1/4/2024).

Lebih Lanjut, Sri Mulyani juga memberikan bantuan kepada beberapa Gapoktan di Klaten berupa pompa air sebanyak 20 unit dan pupuk organik cair untuk lahan seluas 12.450 ha.

Ia berharap dengan pemberian bantuan tersebut dapat mengoptimalisasi lahan sehingga target luas tanam Kabupaten Klaten sebesar 73.679 ha di tahun 2024 dapat tercapai.

“Kami juga memberikan bantuan pompa air dan pupuk organik cair. Bantuan ini kami maksudkan untuk mendukung Program Gelora Nonik. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik dan meningkatkan kesuburan tanah,” imbuhnya.

Terakhir, Sri Mulyani berpesan kepada para petani di Kabupaten Klaten untuk senantiasa merawat dan menjaga alat-alat pertanian yang dimiliki agar keberlangsungannya terjaga.

“Hari ini kita panen menggunakan alat yang sangat canggih, namanya combine harvester. Alat ini harganya mahal, maka rawat dengan baik agar keberlangsungannya ini terjaga. Dengan kemudahan yang ada, semoga para petani bisa lebih semangat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Widiyanti melaporkan bahwa masa panen persawahan di Kabupaten Klaten saat ini adalah Maret dan April.

Ia menyebut, hasil panenan Klaten ini surplus. Selain itu, guna mendukung program Klaten mandiri pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten melakukan inovasi berupa Gerak Langkah Ora Lali Nambah Organik (Gelora Nonik).

Hal ini terus digencarkan dan disosialisasikan kepada para petani, agar lahan mereka menjadi lebih subur, sehingga meningkatkan produksi dan perbaikan kondisi tanah.

“Kami laporkan, ini merupakan panen  pertama di tahun 2024. Saat panen raya ini, pada Maret memiliki luas panen 6.550 ha sedangkan bulan April 11.479 ha. Panen kita ini harusnya jatuh pada bulan Februari – Maret, namun karena adanya El Nino, masa panen menjadi mundur. Untuk membantu petani, kami dari DKPP Klaten juga melakukan inovasi gelora nonik untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki kondisi tanah,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan panen padi menggunakan alat combine harvester oleh Bupati Klaten.

Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pompa air dan pupuk organik cair kepada beberapa Gapoktan di Kabupaten Klaten.

Selain Bupati, nampak hadir dalam kesempatan tersebut Dandim 0723 Klaten, Ketua DPRD Kabupaten Klaten, Wakapolres Klaten, Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, Kepala OPD Kabupaten Klaten, kelompok tani, penyuluh tani, dan lainnya.  (HS-08)

Dua Orang Meninggal Dunia Dalam Insiden Bus Tabrak Truk di Tol Tembalang Semarang

Bupati Kebumen Alokasikan Rp19,8 Miliar untuk Bantuan Sosial Keagamaan