in

Panen Perdana Sayuran Organik KWT Munawaroh, Wabup Wonosobo Berharap Kaum Muda Mau Bertani

Panen raya sayuran organik, yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani Munawaroh, di Dusun Blederan, RT 10 RW 04 Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah. (Foto : Wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Wakil Bupati Wonosobo, Muhamad Albar berharap ke depan banyak kaum muda yang tertarik untuk menggeluti pertanian organik. Kaum milineal juga diharapkan dapat memanfaatkan teknologi informasi, mulai dari produksi hingga pemasaran, untuk mengembangkan pertanian organik.

Harapan itu disampaikan Muhamad Albar, seusai mengawali panen raya sayuran organik, yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Munawaroh, di Dusun Blederan, RT 10 RW 04 Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah.

Lebih lanjut Wabup mengatakan tak mudah untuk menggaet kaum mudah agar mau berkiprah dalam bidang pertanian.

“Mencari petani, terlebih di kalangan kaum muda di bawah 40 tahun saat ini sudah sangat sulit. Dengan adanya pertanian organik semacam ini, kami lebih optimistis, ke depan banyak anak muda yang bersedia terlibat di dalamnya secara serius,” kata dia, seperti dirlis Wonosobokab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Muhamad Albar juga memuji kreatifitas dan inisiatif anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Munawaroh, yang berhasil mengembangkan beragam varian sayur organik.

Sayuran organik yang dikembangkan oleh KWT Munawaroh, dinilai layak menjadi contoh nyata, bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga, dapat dilakukan secara sederhana namun efektif hasilnya.

Menurut Albar, aktivitas positif yang ditunjukkan oleh KWT Munawaroh, telah terbukti memberikan hasil signifikan bagi perekonomian keluarga. Hal ini sangat layak menjadi rujukan bagi desa-desa lain, yang memiliki keinginan serupa.

“KWT Munawaroh juga telah membuka diri, bagi setiap kelompok yang ingin belajar. Bahkan dari berbagai daerah di Indonesia, telah datang untuk belajar menanam sayuran organik. Karena itu saya ingin desa-desa lain, juga tak ragu ngangsu kawruh ke sini,” tutur Albar.

Selain sehat untuk dikonsumsi, sayuran yang ditanam secara organik, juga memiliki nilai lebih di pasaran, dibandingkan dengan sayuran non organik.

Terlebih saat ini, kebutuhan konsumsi jenis makanan-makanan organik bebas pestisida semakin meningkat, seiring standar kebutuhan kesehatan masyarakat yang ingin menjaga diri dan meningkatkan imunitas, demi menghindari paparan berbagai penyakit.

“Ke depan saya juga meminta agar perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, turut aktif mendampingi desa-desa yang ingin mengembangkan potensi lahan untuk pertanian organik seperti di Blederan ini,” tandas Albar.

Adanya perhatian dan motivasi dari Wabup, diakui Ketua KWT Munawaroh, Umi Khadijah sangat berarti untuk meningkatkan semangat anggota.

“Saat ini kebutuhan kami, selain terus memperluas pasar agar sayuran produk Blederan ini bisa terserap lebih banyak, adalah untuk kelangsungan sarana pendukung, seperti rak display yang lebih kuat dan bagus, karena kalau menggunakan bambu seperti ini, mudah lapuk,” ungkap Umi.

Pihak KWT Munawaroh, menurut Umi didirikan demi mengakomodasi hampir 70 persen populasi warga desa, yang tidak memiliki lahan sawah untuk bertani, sehingga mampu memanfaatkan pekarangan mereka.

Dengan model tanam susun di rak-rak bambu, pertanian organik mampu tumbuh subur di sekitar rumah meski pekarangan tidak seberapa luas.

Untuk saat ini, ia juga masih terus berupaya memenuhi pesanan para pelanggan yang banyak datang dari kalangan aparatur sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Wonosobo.

Pada hari-hari tertentu dalam kurun tiap sepekan, ia dan banyak anggota mengantarkan sayuran pesanan para pegawai pemerintah.

“Harapan kami ke depan akan semakin banyak lagi kalangan pemerintah daerah yang berlangganan sayur produksi KWT Munawaroh, sehingga perputaran omzet dan kelangsungan pertanian organik di Desa wisata Sayur Organik Blederan juga terus terjaga,” tandasnya.

Sejak dibentuk pada 2016, KWT Munawaroh disebut Umi telah menjadi salah satu penyangga kebutuhan ekonomi keluarga, khususnya di hampir 70 persen populasi masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian sendiri. (HS-08)

Share This

Resmikan MIM dan Islamic Center, Bupati Berharap Akan Lahir Anak-anak Hebat

Polres Pekalongan Kota Layani Vaksinasi Covid-19 Dosis ke 2