Pandemi, Puslatkab Dilaksanakan Selama Tiga Bulan

Ketua KONI Kendal, Subur Isnadi (kiri) dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi, Sunari Sofyan.

 

HALO KENDAL – Sebanyak 80 atlet dan 23 pelatih dari 14 Cabang Olahraga (Cabor) Kabupaten Kendal, telah mengikuti Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) selama 3 bulan, sejak bulan Agustus hingga Oktober 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan, Ketua KONI Kabupaten Kendal, Subur Isnadi, baru-baru ini. Menurutnya, karena masa pandemi Puslatkab Kendal diselenggarakan hanya dalam waktu tiga bulan.

“Kami bersyukur meski pada masa pandemi tetap mendapatkan anggaran untuk kegiatan di lapangan, salah satunya Puslatkab yang digelar pada bulan Agustus sampai Oktober 2020,” ungkapnya saat menghadiri Rapat Program Kerja Percasi Kendal Tahun 2021.

Dijelaskan, 14 cabor yang mengikuti Puslatkab antara lain, anggar, angkat besi, atletik, bridge, bulu tangkis, gulat, hockey, tarung derajat, taekwondo, muaythai, pencak silat, wushu, sepak takraw, dan bola voli pasir.

“Puslatkab adalah garda utama dalam rangka menyiapkan atlet-atlet berprestasi. Namun di tahun 2020 ini karena pandemi harus mematuhi protokol kesehatan dan anggaran yang ada, ya kita hanya bisa mengadakan selama tiga bulan saja,” jelas Subur.

Sementara itu Wakil Ketua KONI Kabupaten Kendal Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), Sunari Sofyan mengaku, dalam rangka memantau Puslatkab 2020 ini, pihaknya menurunkan 10 petugas, yang dilengkapi dengan berbagai instrumen protokol kesehatan.

“Kami hanya bisa melaksanakan sebulan sekali sesuai jadwal. Tapi pelaksanaannya boleh lebih, karena dalam rangka mengontrol kesiapan dan pelaksanaan Puslatkab. Karena Puslatkab ini harus dilaksanakan baik atlet maupun pelatih yang sudah mendapatkan SK,” imbuh Sunari.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan Puslatkab, semua akan dikontrol setiap bulan apa perkembangannya. Para pelatih akan memaparkan tentang recordnya, naik atau turun. Untuk itu di dalam tim ada tiga unsur, yakni dari pendidikan, litbang, dan kesehatan.

“Nanti hasilnya akan kami padukan dengan tim monitoring dan evaluasi, apa yang ada di lapangan. Seningga nanti solusinya akan ketemu,” ujarnya.

Terkait hasil dari monitoring dan evaluasi (Monev) menurut Sunari ada di dalam program makro pelatih.

“Di bulanan namanya mezzo dan di mingguan mikro. Di dalam mingguan kan ada materi harian. Jadi saat monev kita masuk ke sana, materi mana yang sudah dilaksanakan sebelum dan saat monev itu ada progres atau tidak, itu tercatat di instrumen monev,” paparnya.

Ditegaskan oleh Sunari, dengan adanya pemaparan instrumen monev, maka nantinya pelatih tidak bisa hanya membuat laporan naik.

“Harus dijelaskan oleh pelatih dalam pemaparan, naiknya itu bagaimana. Jadi akan kita tanyakan, mulai dari tes awal sampai pelaksanaan, apakah ada peningkatan-peningkatan. Inilah yang kita lakukan dalam waktu selama tiga bulan,” tandasnya.

Ditanya pembinaan makro yang dilakukan selama ini, Sunari mengatakan, KONI Kendal ingin mewujudkan olahraga yang berprestasi. Pola pembinaan yang dilakukan mengacu dengan pendekatan piramid, yaitu dengan empat track.

“Track pertama, mulai dari klub atau kelompok-kelompok yang kami bina. Track kedua kegiatan-kegiatan yang ada di cabor, dalam rangka untuk melatih dan mencari bibit dari atlet yang bisa berkembang untuk menuju atlet yang berprestasi,” jelasnya.

Kemudian lanjut Sunari, track ketiga KONI juga melakukan kerja sama dan bersinergi dengan Pusat Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLOPD) Disporapar Kabupaten Kendal, dalam rangka untuk membangun dan membina atlet ini, menjadi atlet dewasa yang masuk di data base KONI.

Karena atlet yang di bawah naungan Disporapar adalah atlet yunior atau pelajar, kemudian dipersiapkan secara bagus, sehingga menjadi senior yang masuk di jajaran atlet yang ditangani oleh KONI.

“Untuk yang terakhir, track keempat, kami mengakomodir atlet berprestasi. Seperti atlet PON, ASEAN Games, dan sebagainya. Seperti atlet di Kendal ini yang sudah dipersiapkan dalam rangka untuk memperkuat kontingen PON Jawa Tengah mendatang,” pungkas Sunari.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.