in

Pandemi, Pelanggan Tukang Jok Motor di Blora Ini Tak Surut

Subekhan (53), pemilik usaha bengkel jok sepeda motor SBK mengganti kulit jok sepeda motor pelanggan. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bagi Subekhan (53), warga Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora, yang menjadi pemilik usaha bengkel jok sepeda motor SBK, pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi usahanya.

Sejak sebelum pandemi, jumlah pelanggan yang datang ke bengkelnya di Jalan Sudirman (depan eks kantor kecamatan Blora), tidak ada penurunan, bahkan cenderung meningkat.

“Alhamdulillah, saya dan keluarga tidak merasa terdampak pandemi Covid-19. Usaha tetap lancar, kami sekeluarga diberi kesehatan,” kata Subekhan, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Sebelum hingga terjadi pandemi Covid-19, kata dia, jumlah pelanggan yang menggunakan jasanya per hari minimal 10 orang.

“Dari sebelum pandemi sampai sekarang minimal 10 jok yang saya servis tiap hari, bahkan kadang lebih. Ketika bengkel saya tutup, ada yang mengantarkan ke rumah,” kata dia, sambil menunjukan arah rumahnya di Jalan Nakula, Kelurahan Bangkle beberapa meter dari bengkelnya.

Pelanggan yang kerap ganti kulit jok sepeda motor, kebanyakan para remaja. Meskipun ada sebagian dari orang dewasa.

“Mungkin kalau remaja, biasanya bosan dan ingin ganti corak atau warna lain kulit jok. Atau karena sudah sobek, saatnya diganti,” ucapnya.

Selain pelanggan di Blora, ada juga yang datang ke bengkelnya dari luar kabupaten Blora seperti dari Pati dan Rembang.

Subekhan menyebut untuk memberi pelayanan kepada pelanggan, dirinya menyediakan aneka jenis bahan kulit sintetis, dengan beberapa harga serta kualitas berbeda.

“Sesuai kualitas dan selera. Mulai harga Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per potong, dan bisa ditunggu,” jelasnya.

Dirinya mengatakan mulai belajar bongkar pasang kulit jok dari pamannya. Kemudian, seiring perkembangan dan tuntutan keluarga, dia membuka usaha sendiri.

“Anak saya tiga, yang pertama sudah berkeluarga, anak kedua SMA, dan anak ketiga sekolah di MI,” jelasnya.

Dia mengaku sudah menekuni usaha bengkel jok sepeda motor, lebih kurang 20 tahun. “Dulu saya belajar dari paman,” kata dia.

Dirinya menyadari, saat ini di Blora sudah ada sejumlah bengkel jok sepeda motor. Namun tidak menyurutkan profesi yang ditekuninya.

“Rejeki sudah ada yang mengatur. Yang penting usaha. Alhamdulillah, Allah masih memberikan rejeki kepada keluarga saya,” tuturnya. (HS-08)

Share This

Mageri Segoro, Polda Jawa Tengah Akan Tanam Satu Juta Bibit Bakau Di Pesisir Pantai

Pembuat Miniatur Kincir Air di Objek Wisata Plumpung Blora, Sepekan Buka Lapak, Pembeli Berdatangan