Pandemi Covid-19, Target PAD Sektor Perikanan di Batang Sulit Terpenuhi

 

HALO BATANG – Pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada pendapatan pemerintah dari sektor perikanan. Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut, tahun ini tak bisa terpenuhi.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Batang, Sugiatmo mengatakan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan, pada 2020 masih mencapai sekitar Rp 3,5 miliar dari target sebesar Rp 4,2 miliar.

“Sudah mencapai Rp 3,5 miliar atau kurang sekitar 15% lagi dari target yang ditetapkan,” kata Kepala Sugiatmo, saat berkunjung ke Kantor Sekertariat KUD Ngupoyo Mino, Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Rabu (16/12), seperti dirilis Batangkab.go.id.

Lanjut dia, target PAD dari sektor tersebut, semula ditetapkan Rp 5 miliar. Karena pandemi Covid-19, target diturunkan menjadi Rp 4,2 miliar. Tetapi hingga kemarin, pendapatan yang diperoleh baru Rp 3,5 miliar.

Dia memperkirakan target PAD itu tak bisa tercapai 100%, karena ada sejumlah kendala, seperti pandemi Covid-19 dan gelombang tinggi.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada perusahan pengolahan ikan, hingga mengurangi produksi. Akibatnya, kebutuhan akan pasokan ikan dari nelayan pun berkurang.

“Jadi salah satu perusahaan penerima utama hasil tangkap ikan, saat ini tengah dihadapkan masalah. Mereka mengurangi jumlah pasokan ikan, untuk diolah,” jelasnya.

Ikan yang tidak tertampung oleh perusahaan itu, kemudian masuk ke pasar umum, menyebabkan suplai berlebih. Hal inilah yang menyebabkan harga menjadi turun.

Penurunan harga ini, akhirnya mempengaruhi capaian PAD di Kabupaten Batang. Dia berharap para pemilik kapal, untuk melelang hasil tangkapannya di TPI Batang. Karena itu untuk kepentingan nelayan dan kesejahteraan juga. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.