in

Pandemi Covid-19, Stok Darah di PMI Kabupaten Pemalang Menipis

Foto : jatengprov.go.id

 

HALO PEMALANG – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang.

Dalam masa pandemi, banyak kegiatan donor darah terpaksa berhenti, mengakibatkan pasokan di PMI pun menipis.

Humas PMI Kabupaten Pemalang, Didik Husada, menyebutkan, sebelum ada pandemi Covid-19, perolehan darah di PMI mencapai 1.300 hingga 1.500 kantong per bulan.

Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, jumlah perolehan darah mengalami penurunan drastis. Terkadang, satu bulan hanya memperoleh antara 700 sampai dengan 800 kantong, sementara permintaan tetap tinggi.

“Karena jumlah rumah sakit baru di Pemalang bertambah, permintaan ke kita semua. Jadi untuk njagain itu kita jujur kewalahan,” ungkap Didik, seperti dirilis Jatengprov.go.id,  Jumat (27/11)

Karena itu dia meminta para donor darah di Kabupaten Pemalang, agar datang langsung ke PMI, untuk menyumbangkan darahnya. Selama pandemi, mobil keliling donor darah milik PMI memang tidak dioperasikan. Hal ini demi mencegah timbulnya kerumunan warga.

Didik menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya penurunan stok darah, pihaknya juga telah aktif menjalin komunikasi langsung dengan para kepala desa dan camat di wiilayah Pemalang, agar tetap menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin. Tentu pelaksanaan acara donor darah tersebut tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Upaya lain yang ditempuh PMI Kabupaten Pemalang, adalah menjalin kerja sama dengan ormas dan komunitas yang memiliki banyak anggota pendonor, serta memanfaatkan peluang momentum hari besar nasional, seperti Hari Guru, Hari Pahlawan, Hari Ulang Tahun Korpri, dan sebagainya.

Terkait pendonor sukarela, Didik menjelaskan, ada sekitar lima ribuan pendonor sukarela di Pemalang. Namun, jumlah tersebut juga belum bisa memenuhi kebutuhan karena donor darah dilakukan tiga bulan sekali. Meski begitu, para pendonor rutin belum tentu bisa donor lagi jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk donor darah.

“Meski sudah rutin donor bisa jadi pada waktunya donor, HB-nya rendah, tensinya tinggi, atau sedang konsumsi obat, dari luar kota, berat badan kurang,” imbuh Didik. (HS-08)

Share This

Rangkaian Treatment Spa Masa Pandemi Dipersingkat

Jogo Tonggo Terima Penghargaan TOP 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19