in

Pakar Komunikasi Media: Berita Menarik yang Tersaji Sering Melupakan Prinsip Kejujuran dan Etika

Kegiatan Bimbingan Teknis Program dan Penerapan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) yang digelar oleh Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang, di Hotel Laras asri Salatiga, Jumat-Sabtu (4-5/12/2020).

 

HALO SEMARANG – Saat ini terjadi persoalan serius, di tengah kemajuan teknologi dan perkembangan media massa. Hal itu karena berbagai sajian berita atau informasi, banyak yang melupakan prinsip utama komunikasi, yakni kejujuran dan etika.

Pernyataan tersebut disampaikan pakar komunikasi, sekaligus Ketua Stikom Semarang, Gunawan Witjaksana saat Bimbingan Teknis Program dan Penerapan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) yang digelar oleh Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang, di Hotel Laras asri Salatiga, Jumat-Sabtu (4-5/12/2020).

“Memang berita itu rata-rata sangat menarik, namun saking menarik serta ketatnya persaingan, yang sering terlupakan justru kejujuran serta etika. Karena prinsip utama komunikasi setiap berita yang tersaji itu setidaknya harus jujur, menarik perhatian, serta etis,” terangnya.

Celakanya lagi, kata dia, saat ini media arus utama atau mainstream yang seharusnya meluruskan informasi sesat tersebut, ada yang justru ikut-ikutan.

“Mungkin dengan alasan mengejar aktualitas, namun sesungguhnya hanyalah politik ekonomi media dengan mengabaikan cek and ricek dari kebenaran informasi atau bahkan opini yang mereka sajikan,” ujar pria yang juga kolumnis lepas di beberapa media massa.

Bahkan, ada yang beranggapan setiap peristiwa nyata itu objektif. Hal ini juga dialami pula oleh sebagian media mainstream.

“Misalnya ketika menampilkan judul berita utang pemerintah setinggi gunung. Itu sudah beropini alias tidak netral. Karena penyebutan setinggi gunung, sudah masuk opini tanpa ukuran yang jelas,” papar dosen yang mengajar teori komunikasi di beberapa kampus di Semarang.

Dia juga berpesan kepada pekerja media, untuk selalu menjunjung tinggi etika jurnalistik saat bertugas.

“Liputannya pun perlu diutamakan keakuratan, lengkap, berimbang, serta sesuai dengan kode etik jurnalistik,” katanya.

Selain itu, dalam meliput peristiwa yang berkaitan dengan Covid-19, dia berharap para jurnalis menjaga protokol kesehatan.(HS)

Baznas Jateng Buat Program Padat Karya, Wagub : Kami Sangat Terbantu

Seluruh Tempat Pemungutan Suara Di Kota Semarang Disemprot Disinfektan