in

Pahami Masalah, Mahasiswi KKN UIN Walisongo Adakan Bimbingan Belajar

Hasanah, mahasiswi KKN UIN Walisongo bersama anak-anak peserta bimbingan belajar di Desa Muryolobo, RT II RW VII Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

 

HALO SEMARANG – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah 12 (KKN MIT DR 12) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berikan bimbingan belajar kepada anak-anak di Desa Muryolobo, RT II RW VII Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Hasanah selaku mahasiswi KKN UIN Walisongo mengatakan, bimbingan belajar tersebut diselenggarakan sebagai wujud kepedulian pendidikan di masa pandemi. Menurutnya anak-anak nampak antusias mengikuti bimbingan belajar.

“Bimbingan belajar ini dikuti sekitar 15 orang anak yang terdiri dari kelas satu SD sampai kelas enam SD. Mereka belajar dari tematik, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa,” kata Hasanah, Jumat (20/8/2021).

Ia menjelaskan, tujuan dilakukan bimbingan belajar dilandasi temuan permasalahan di lapangan. Hasanah menemukan persoalan yang dialami oleh sebagian orang tua saat pembelajaran dilakukan secara daring. Yakni pembagian waktu antara bekerja dan mendampingi anak saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Dengan diadakannya bimbingan belajar mampu membuat anak lebih paham mata pelajarannya. Di masa pandemi seperti ini banyak kegiatan yang dilakukan di rumah, karena masuk sekolah dibatasi anak lebih banyak bermain, banyak orang tua mengeluhkan tersebut,” paparnya.

Aminah, satu di antara ibu dari anak yang mengikuti bimbingan belajar mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini dapat membantu mengurangi beban orang tua. Sebab, lanjutnya, di dalam pembelajaran secara dalam jaringan (daring) orang tua merasa direpotkan.

“Sebagai orang tua kegiatan ini mengurangi beban, karena saya sendiri melihat mata pelajaran anak SD sekarang semakin sulit seperti pelajaran anak SMP. Setelah bekerja kadang saya juga tidak ada waktu untuk menemani anak saya belajar,” ujarnya.

Dea satu di antara anak yang mengikuti bimbingan belajar menyampaikan, kerinduan akan pembelajaran tatap muka dapat bertemu dengan teman-teman. Dalam kegiatan tersebut dirinya dapat bertemu temannya walau dengan protokol kesehatan.

“Kegiatan bimbingan belajar ini adalah kegiatan yang menyenangkan karena belajar sambil bermain serta bisa belajar bersama teman-teman,” ucapnya.(HS)

Share This

Peningkatan Jalan Gajah Semarang Dimulai Dengan Perbaikan Drainase

Wanita Hamil 8 Bulan Meninggal Dunia Di Kamar Kos