Paguyuban UMKM di Siboli “Wadul” Keberadaan UMKM Lebih Diperhatikan

Pertemuan paguyuban UMKM batik dan snack di aula pertemuan objek wisata pemandian air panas di Desa Nglimut, Kecamatan Boja, Sabtu (3/10/2020).

 

HALO KENDAL – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap keberadaan sektor usaha masyarakat kecil yang terdampak akibat situasi pandemi Covid-19.

Nur Sari, ketua paguyuban UMKM Batik di Kecamatan Singorojo, Boja dan Limbangan (Siboli) mengatakan, pandemi Covid-19 membuat sektor UMKM lesu. Selama masa pandemi, katanya, serapan pasar mengalami penurunan cukup signifikan.

Imbasnya, pelaku UMKM yang bermodal kecil terancam gulung tikar karena tidak bisa memutarkan modalnya. Padahal dari sektor ini terdapat puluhan pengrajin batik dan produsen snack menggantungkan untuk mencukupi kebetuan hidup keluarganya sehari-hari.

“Mohon pemerintah bisa memikirkan hal ini. Para pelaku usaha kecil yang modalnya cekak, bisa dibantu dan didampingi agar tetap bisa menjalankan usahanya,” harap Nur Sari.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan paguyuban UMKM batik dan snack di aula pertemuan objek wisata pemandian air panas di Desa Nglimut, Kecamatan Boja, Sabtu (3/10/2020).

Hadir dalam pertemuan itu, anggota DPRD Kendal dari Fraksi Gerindra, Hegar Saputra dan calon wakil bupati Kendal Yekti Handayani (Ani).

“Saya memang sengaja mengundang beliau (Yekti Handsyani) untuk bisa berdialog langsung dengan warga,” terang Hegar terkait kehadiran cawabup Yekti dalam acara tersebut.

Menurutnya, Cabup Ustad Ali Nurudin dan Cawabup Ani, keduanya sama-sama putra daerah, lebih mengerti kondisi masyarakat Kendal.

“Terima kasih Ibu Ani sudah mau hadir untuk mendengar keluh kesah warga. UMKM ini jantungnya perekonomian masyarakat. Mari ke depan sama-sama kita support agar bisa mengangkat perekonomian warga,” ungkap Hegar.

Menanggapi hal itu, Yekti Handayani, pasangan calon wakil Bupati Kendal dari Ali Nurudin, menyampaikan rasa empatinya.

Menurutnya pandemi yang terjadi di semua daerah ini berdampak terhadap semua sektor kehidupan di masyarakat.

“Kita semua tentunya berharap semoga pandemi ini bisa segera berakhir. Ustadz Ali dan saya insya-Allah akan dampingi dan fasilitasi untuk pengembangan UMKM,” terang Ani.

Pengusaha pertambangan yang juga berstatus sebagai guru tidak tetap (GTT) ini mengaku telah menyiapkan sejumlah program unggulan untuk mengangkat sektor UMKM.

Di antaranya melalui bantuan permodalan, pendampingan usaha, dan akses pasarnya.

“Batik Siboli ini sangat bagus, ke depan bisa dikembangkan untuk menjadi ikon batik khas Kendal, bersama pengrajin batik di kecamatan lain seperti yang sudah kami temukan di Kaliwungu. Insya-Allah kami akan support usaha-usaha kreatif ini agar ke depannya bisa lebih berkembang,” terangnya.

Paslon Ali Nurudin dan Yekti Handayani (NUrani) intensif mengampanyekan pencalonannya di Pilkada Kendal.
Namun karena padatnya jadwal, tak semua kegiatan kampanye yang diadakan oleh tim pemenangan dapat dihadiri oleh pasangan ini.

“Saya kampanye bukan hanya mencari suara, tapi juga menyapa masyarakat, menyerap aspirasi, yang nantinya menjadi bekal saya jika diamanahi sebagai Wakil Bupati Kendal mendampingi Ustadz Ali Nurudin,” pungkasnya. (HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.