Padusan Secara Pribadi Diizinkan dengan Pembatasan

Umbul Sungsang Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pemkab Boyolali membolehkan warga untuk secara pribadi menyelenggarakan tradisi padusan, dalam menyambut bulan suci Ramadan. Namun demikian, kegiatan tersebut harus dibarengi dengan pembatasan dan protokol kesehatan secara ketat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Susilo Hartono, di Umbul Sungsang Pengging, Kecamatan Banyudono, Kamis (8/4),

Dia mengatakan tradisi padusan biasa digelar, untuk membersihkan jiwa dan raga, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Namun karena masih wabah Covid-19 belum berakhir, tradisi yang biasa diselenggarakan secara adat itu ditiadakan.

Masyarakat masih boleh melaksanakan padusan, tetapi jumlah peserta dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas tempat rekreasi. Rencana penyelenggaraannya juga tidak boleh dipromosikan, tidak ada ritual, dan tidak ada hiburan rakyat.

Semua pembatasan tersebut, dilaksanakan karena PPKM Mikro masih berlangsung, di mana tempat rekreasi harus membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen.

“Apabila ada pengunjung ingin melaksanakan padusan, tentu kita mempersilakan, asalkan tidak boleh terlalu penuh, hanya 50 persen, agar protokol kesehatan tetap terjaga,” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Susilo menambahkan, dalam pelaksanaannya jika pengunjung sudah mencapai 50 persen dari kapasitas, maka loket harus ditutup. Loket akan kembali dibuka, jika sudah ada pengunjung yang keluar dari lokasi pemandian.

Saat ini di Boyolali terdapat empat lokasi, yang biasa dikunjungi oleh masyarakat. Masing-masing adalah Umbul Sungsang dan Umbul Tirtomarto di kawasan Pengging, kemudian Umbul Tlatar dan yang terakhir ada di Kecamatan Simo.

Dalam pelaksanaan padusan, Susilo mengatakan bahwa Disporapar Kabupaten Boyolali akan berkerja sama dengan pengelola objek wisata, serta menyiapkan personel untuk memantau.

Setidaknya ada delapan orang yang dikerahkan untuk memantau pelaksaan padusan tersebut, dibagi di empat tempat, selama dua hari menjelang bulan suci Ramadan.

Dia mengatakan kebijakan pemerintah ini memang mengurangi perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Boyolali, khususnya dalam bidang pariwisata. Tetapi hal ini tetap harus dilakukan, demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Susilo mengatakan bahwa sampai akhir Desember,  program vaksinasi belum selesai sepenuhnya, sehingga PAD dari pariwisata sudah pasti berkurang drastis.

Pada tahun 2019, PAD dari bidang pariwisata mencapai 1,9 miliar, kemudian pada tahun 2020 menurun hingga 50 persen. Adapun target untuk tahun 2021 ini, diharapkan dapat mencapai PAD sebesar 1,82 miliar.

“Sampai saat ini mungkin ada penurunan sekitar 50 persen pendapatan kita hilang, karena beberapa objek yang menjadi tempat kita menghasilkan PAD terpaksa ditutup,” tandas Susilo.

Terpisah, pengelola obyek wisata pemandian Umbul Sungsang, Timbul menerangkan bahwa pihaknya telah mengikuti aturan dari pemerintah, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Di lokasi Umbul Sungsang telah disediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun, pengunjung wajib memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu kapasitas pengunjung juga dibatasi sebanyak 50 persen.

Timbul mengatakan saat ini jumlah pengunjung sudah mulai meningkat, tetapi masih terpaut jauh dibanding sebelum pandemi Covid-19.

“Ya kalau 200 mungkin ada. Sudah meningkat tapi dikit,” kata Timbul. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.