Organisasi Kepemudaan Kota Semarang Sampaikan Ikrar Tolak Terorisme

Aksi damai sekaligus ikrar kebangsaan pemuda dari organisasi kepemudaan (OKP) Kota Semarang yang menolak aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi bom diri di gereja Katedral Makassar dan penyerangan ke Mabes Polri, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Kamis (1/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 50 orang, yang tergabung dalam organisasi kepemudaan di Kota Semarang, memberikan pernyataan sikap untuk menolak segala macam bentuk aksi teror yang melukai rasa kemanusiaan.

Mereka juga mengutuk keras kejadian aksi tragedi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) lalu, dan berlanjut dengan penyerangan kantor Mabes Polri, di Jakarta pada Rabu (31/3/2021) petang.

Adapun pernyataan sikap penolakan terhadap aksi teror tersebut disampaikan dengan mengucapkan ikrar Pemuda Gerakan Kebangsaan Indonesia (Gerbang) Indonesia yang bertempat di Gedung DPRD Jalan Pemuda, 148 Kota Semarang, Kamis (1/4/2021).

- Advertisement -

Koordinator acara, Agung mengatakan, delapan organisasi pemuda yang ikut dalam ikrar atau menyampaikan sikapnya terkait penolakan aksi teror.

Yaitu dari organisasi gerakan pemuda Ansor, pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, Lindu Aji, Gerakan pemuda Marhaenis, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI).

“Intinya, kami prihatin dan mengutuk keras dengan kejadian aksi tragedi bom bunuh diri di Makassar, dan mendukung TNI, Polri untuk mengusut motif dan pola gerakan pemicu tragedi kemanusiaan serta menuntaskan sampai akar-akarnya. Lalu, mengimbau masyarakat untuk tenang. Kami juga berikrar siap melawan dan memerangi segala bentuk terorisme di tanah air tercinta. Serta agar peristiwa kekerasan ini tidak terulang kembali karena melukai rasa kemanusiaan masyarakat dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman yang menerima langsung aksi damai organisasi pemuda kota Semarang ini mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh organisasi kepemudaan di Kota Semarang untuk memberikan pernyataan sikap dan sekaligus ikrar menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme.

Yang mana, terjadi aksi bom bunuh diri di gereja Makassar dan berlanjut penyerangan di Markas Besar (Mabes) Polri, Rabu (31/4/2021) petang.

“Saya bangga punya saudara-saudara yang tanpa disuruh punya inisiatif untuk ikut prihatin dan mengecam aksi tragedi kemanusiaan bom bunuh diri yang terjadi di Makassar. Dan berlanjut penyerangan ke Markas Besar (Mabes) Polri,” katanya, saat memberikan sambutan.

Pilus sapaan akrab Kadarlusman juga berharap, para pemuda di Kota Semarang bisa meningkatkan spiritnya atau semangatnya demi menjaga kondusifitas di Kota Semarang.

“Karena sampai saat ini salah satu kota metropolitan yang paling kondusif, adalah Kota Semarang. Di mana, nilai toleransi di sini masih tinggi, contohnya kegiatan keagamaan non muslim dan muslim mereka saling menjaga sehingga suasana tetap kondusif dan aman,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.