in

Orang Tua di Tamanggung Tega Tenggelamkan Kepala Anaknya di Bak Mandi Sampai Meninggal

Foto ilustrasi pembunuhan.

 

HALO TEMANGGUNG – Warga Desa Bejen, Kabupaten Temanggung digegerkan dengan penemuan mayat anak yang diduga dibunuh oleh kedua orang tuanya sendiri.

Korban diperkirakan meninggal pada bulan Januari atau sekitar 4 bulan lalu, dan jasatnya diletakkan di sebuah kamar di rumahnya sendiri.

Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi mengatakan, kasus ini bermula dari laporan kakek korban yang sudah 4 bulan tidak melihat korban.

Pada Hari Raya Idul Fitri kemarin, kakek korban menanyakan keberadaan korban pada orang tuanya. Dari kecurigaan inilah kakek korban akhirnya mengetahui bahwa cucunya telah meninggal dunia.

“Atas laporan dari kakek korban didampingi perangkat desa melaporkan pada kami adanya penemuan mayat yang merupakan anak berinisial A usia 7 tahun,” terang Kapolres.

Polisi mengamankan empat orang, di antaranya ayah kandung korban berinisial M (43), ibu kandung korban berinisial S (39), seorang dukun berinisial H (56), dan asisten dukun berinisial B (43).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Setyo Hermawan menerangkan salah satu tersangka, H yang berprofesi sebagai seorang dukun mengatakan, anak tersebut selama ini dikenal nakal dan dianggap keturunan gendoruwo. Supaya bisa sembuh, kata H, maka anak tersebut harus di bersihkan.

“Menurut keterangan pelaku dan saksi, kejadian ini terjadi pada sekitar bulan Januari di rumah korban,” terang Setyo.

Tersangka H pun menyuruh asistenya B dan kedua orang tua korban, M dan S untuk menenggelamkan kepala korban ke bak mandi beberapa kali sampai korban tidak sadarkan diri.

Setalah korban tidak sadar, lalu dibawa ke kamar untuk ditidurkan. Namun ternyata akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia.

Dengan cara tersebut H meyakinkan kedua orang tua korban, bahwa anaknya akan hidup kembali dan tidak nakal.

Maka selama kurang lebih 4 bulan, korban dirawat seperti orang biasa. Bulan Januari sampai Maret, seminggu dua kali sang ayah membersihkan tubuh korban, selanjutnya pada bulan April sampai sekarang ibu korban yang membersihkan dengan tisu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya empat tersangka diancam menggunakan Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 3 miliar.

“Karena dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka ancaman hukuman ditambah 1/3 dari ancaman hukuman di atas. Tapi lebih dulu, kami akan memeriksa kejiwaan dari orang tua korban,” tandasnya.(HS)

DLH Akan Gandeng Komunitas Produksi Eco Enzim

Gara-gara Galon, Pelaku Pencurian Di Semarang Berhasil Dibekuk Polisi