Orang Dengan Gangguan Jiwa Bisa Sembuh

Pelatihan kepada 30 kader kesehatan, di wilayah Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, agar mereka bisa berperan dalam menolong orang dengan gangguan jiwa. (Foto: Jatengprov.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Masyarakat perlu diberi pemahaman, bahwa gangguan jiwa adalah penyakit yang bisa sembuh. Karena itu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) perlu menjalani terapi, walaupun membutuhkan waktu lama.

“Untuk menyembuhkan gangguan jiwa, dibutuhkan terapi jangka panjang dan ketika sembuh harus dilakukan penjagaan dengan obat,” kata Agus Triwanto, dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soerojo Magelang, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Rabu (13/11).

Menurut dia, dengan jumlah ODGJ yang semakin meningkat, dibutuhkan pula orang-orang yang peduli, termasuk dari para kader kesehatan. Mereka bisa berperan besar untuk menolong ODGJ, terutama di lingkungannya.

Penjelasan tersebut disampaikan Agus Triwanto, saat menjadi narasumber pada pelatihan kepada 30 kader kesehatan, di wilayah Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Selasa (12/11).

Pelatihan untuk meningkatkan peran para kader kesehatan dalam hal penanganan ODGJ tersebut, digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, di Sekretariat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Tegalsari, Sidorejo.

“Target kita adalah menyadarkan, bahwa gangguan jiwa adalah penyakit yang sama dengan penyakit fisik yang bisa disembuhkan. Dengan pemahaman semua penyakit yang bisa sembuh, punya potensi juga untuk bisa kambuh. Sehingga jangan putus asa untuk menyembuhkan,” jelas Agus Triwanto.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Temanggung Hesti Puspitasari, menjelaskan kegiatan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman lebih kepada kader kesehatan, tentang kesehatan jiwa.

“Kader kesehatan sebagai kepanjangan tangan dari Dinkes, mempunyai tugas untuk memantau dan melaporkan, jika ada warga dengan indikasi stres, depresi atau gangguan jiwa, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ungkap Hesti.

Dia menambahkan, selain lebih memahami tentang ilmu kesehatan jiwa  melalui kader kesehatan, diharapkan bisa mengurangi stigma negatif di masyarakat terhadap ODGJ. Sehingga tidak menjauhi keluarga yang salah satu anggota keluarganya merupakan ODGJ, tetapi justru bisa membantu, sehingga bisa mengurangi dampak yang lebih buruk lagi. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.