in

Optimalisasi Terminal Tipe A Mangkang, Dishub Kota Semarang Minta Semua Armada Masuk Terminal

Sebuah armada bus antar kota dalam propinsi (AKDP) masuk ke Terminal Tipe A Mangkang, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mendorong upaya optimalisasi Terminal Tipe A Mangkang yang telah rampung direnovasi pada akhir tahun 2020 lalu.

Apalagi ada surat edaran dari pengelola Terminal Tipe A Mangkang, bahwa pada 19 Juli 2021 mendatang, semua armada baik bus antar-kota dalam provinsi (AKDP) maupun bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) diwajibkan masuk ke terminal yang berada di Jalan Raya Mangkang-Semarang, Mangkang Kulon ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, pihaknya mendorong optimalisasi Terminal Tipe A Mangkang agar bisa segera operasional dengan baik. Tentunya dengan bersama-sama Dishub Propinsi Jawa Tengah, karena pengelolaan Terminal Mangkang sudah ada di Kemenhub.

“Nanti kita membantu mendorong semua armada, agen, pengelola otobus (PO), untuk masuk ke terminal. Apalagi sudah ada surat edaran dari kepala Terminal Mangkang yang ditujukan kepada semua agen dan PO Bus,” kata Endro, Kamis (24/6/2021).

Pihaknya mengimbau semua agen, maupun PO bus untuk mematuhi surat edaran tersebut. Baik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sana.

“Tujuannya baik, agar penumpang lebih terarah. Bus bisa parkir di tempat yang layak. Dan tidak parkir dan berhenti di pinggir jalan, maupun di terminal bayangan,” ujarnya.

Bagi para agen yang masih berada di terminal bayangan, diimbau untuk segera masuk ke terminal dengan disediakan tempat baru yang lebih representatif.

“Kami mengimbau kepada seluruh stakeholder, armada bus, agen, PO bisa bekerja sama mematuhi imbauan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang tujuannya memperlancar arus lalu lintas di Kota Semarang,” imbuhnya.

Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Reno Adi Pribadi mengatakan, terkait aturan yang mewajibkan semua armada untuk masuk terminal pada Juni 2021 ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara massif kepada agen dan pengelola atau pemilik perusahaan otobus (PO). Sosialisasi itu meminta agar armadanya, serta agen yang ada di daerah Krapyak bisa masuk ke terminal.

“Kita sudah lakukan sosialiasi, nanti ada surat sosialisasi pertama kepada agen dan terminal bayangan, kemudian surat sosialasi pada Juli 2021 pekan pertama dan kedua untuk masuk ke Terminal Mangkang mulai 19 Juli 2021 ini,” katanya.

Ia menjelaskan, jika masih ada agen atau bus nakal yang nekat, akan mendapatkan surat peringatan. Surat peringatan ini, kata Reno, diberikan sampai tiga kali.

Dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang untuk melakukan penegakan hukum, terkait aktivitas terminal bayangan. Tercatat, ada tiga terminal bayangan yang ada di Kota Semarang, yakni Terboyo, Sukun, dan Krapyak.

“Sosialisasi dengan perkumpulan agen sudah kita lakukan,” tambahnya.

Dari survei yang dilakukan, rata-rata setiap hari tercatat ada 375 bus tidak masuk ke Terminal Mangkang. Padahal dari segi trayek, ada bus jurusan Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Surabaya, Malang dan Banyuwangi.

“Jumlah ini cukup besar. Kalau dirata-rata setiap jam ada 12 bus yang melintas tidak masuk terminal Mangkang, malah berhenti di tiga terminal bayangan ini,” pungkasnya.(HS)

Share This

Target Segera Herd Immunity, Vaksinasi Covid-19 di Bus Keliling Kota Solo 150 Sasaran Perhari

Dies Natalis UPGRIS ke-40, PBI Gelar Pelatihan Seni Berbicara Di Depan Publik