Operasional Penerbangan Di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Kembali Normal

Petugas memandu pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. (Foto : Dok Humas Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang)

 

HALO SEMARANG – Setelah sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk, pagi ini, Minggu (7/2) Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali beroperasi secara normal.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto mengatakan bandara tersebut, pada Sabtu (06/02) kemarin memang sempat berhenti beroperasi akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.

Saat itu akses dari dan menuju ke bandara juga terendam banjir, dengan ketinggian lebih kurang 60 sentimeter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Koordinasi secara intens pun dilakukan dengan para stakeholder, terutama maskapai. Di dalam area bandara, 54 unit pompa dioperasikan secara bersamaan untuk mengurangi genangan.

Berbagai upaya itu dapat membebaskan runway dari genangan. Walau demikian penerbangan dari bandara itu tetap tidak dapat dilaksanakan, karena penumpang tidak dapat masuk. Penyebabnya adalah karena jalan dari dan menuju ke kawasan itu tergenang.

Adapun untuk penumpang yang turun ke bandara itu, diangkut keluar bandara menggunakan truk milik Lanumad Ahmad Yani.

Seiring perkembangan situasi yang kian membaik, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani kembali beroperasi normal sejak pukul 06.00 WIB.

Walau demikian pihaknya akan selalu memantau perkembangan cuaca serta traffic pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo. “Penanganan khusus yang telah kami lakukan sejak tadi malam, sampai dengan pagi hari saat sebelum operasional, adalah melakukan pengeringan dan pembersihan area landas pacu (runway) menggunakan kendaraan Runway Sweeper, untuk membersihkan Foreign Object Damage (FOD) serta genangan air di area runway dan taxiway. Selain itu kendaraan birdstrike juga selalu dipergunakan untuk mengusir burung-burung yang berada di bahu runway,” ujarnya.

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang selalu melaksanakan inspeksi di sisi udara secara rutin sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu sebelum jam operasional di pagi hari, saat jam operasional di siang hari dan setelah jam operasional selesai di malam hari.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sisi udara selalu dalam keadaan aman dan siap beroperasi. Namun di musim penghujan ini pihak manajemen menambah jadwal inspeksi saat setelah hujan reda.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya genangan air di sisi udara yang dapat mengganggu proses take off dan landing pesawat udara.

Apabila ditemukan adanya genangan air, petugas pada saat itu juga akan melakukan pembersihan dengan menggunakan kendaraan Runway Sweeper.

Pada hari ini terdapat 26 penerbangan yang beroperasi, di antaranya 13 penerbangan yang datang dan 13 penerbangan yang berangkat dengan rute penerbangan Jakarta, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, dan Makassar.

Terdapat satu penerbangan cancel pada hari ini, yaitu Wings Air IW 1802 tujuan Semarang – Denpasar. Meskipun demikian, penerbangan pertama telah diberangkatkan pada pukul 06.30 WIB tadi adalah Wings Air IW 1800 tujuan Semarang – Surabaya. Sementara untuk pesawat yang pertama kali mendarat pada pukul 06.55 WIB adalah Garuda Indonesia GA 232.

“Berdasarkan data yang didapatkan dari BMKG bahwa curah hujan rata-rata di BMKG Ahmad Yani pada bulan Februari selama 30 tahun (1990 – 2019) adalah sebanyak 357,5 milimeter. Sedangkan pada tanggal 5 dan 6 Februari 2021 kemarin kriteria hujan di Kota Semarang dan sekitarnya berada pada kategori ekstrem, yaitu > 150 mm/hari. Maka dari itu dengan adanya langkah-langkah antisipasi menghadapi musim penghujan, kami berharap cuaca akan segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berjalan normal secara terus menerus,” tutup Hardi. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.