in

Operasi Yustisi di Demak, Tim Temukan Rokok Murah Bercukai Resmi

Tim yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, Bea Cukai, dan Dinkominfo, melakukan operasi non yustisial rokok ilegal, di sejumlah kios di Kecamatan Wonosalam. (Foto : Demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Tim gabungan yang melakukan operasi non-yustisial rokok ilegal di Kabupaten Demak, sempat mencurigai legalitas rokok murah. Tetapi setelah dicek oleh petugas Bea Cukai, ternyata rokok tersebut bercukai resmi.

Peristiwa itu terjadi ketika tim dari TNI, Polri, Satpol PP, Bea Cukai, dan Dinkominfo melakukan operasi non yustisial, di sejumlah kios di Kecamatan Wonosalam, Jumat (20/8).

Saat itu tim menemukan bungkus rokok yang berisi 12 batang, tetapi dijual dengan harga hanya Rp 4.500 per pak. Tetapi setelah dicek oleh petugas bea cukai, rokok tersebut ternyata legal, karena berpita cukai resmi.

“Benar rokok harga murah sekarang banyak yang sudah legal. Dapat dicek mulai dari pita cukainya. Seperti ini dapat dilihat dari cara pembuatanya yang tertera pada label rokok tersebut. Ciri lain rokok berpita palsu, jika rokok dengan pita cukai bertuliskan SKM (Sigaret Kretek Mesin), namun dilihat dari luar kemasaan rokok SKT (Sigaret Kretek Tangan), maka rokok tersebut palsu”, kata petugas dari bea cukai Winpiliantoro, seperti dirilis Demakkab.go.id.

Menurut dia. Rokok tersebut sudah sesuai dari pita cukai dan sudah ada hologramnya.

“Juga dilihat dari isi rokoknya, sudah sesuai dengan jumlahnya. Maka rokok tersebut legal. Yang terpenting atau utama itu, harus dilihat dari hologramnya,” kata dia.

Rokok ilegal yang biasanya ditemui di pasar-pasar atau toko kelontong dengan harga di bawah Rp 5.000 sudah mulai meredup. Sudah banyak para pedagang pasar yang paham akan risiko menjual rokok ilegal. Dengan demikian peredarannya sudah semakin sedikit di pasaran.

Aryo Soebajoe dari Satpol PP, mengatakan dalam kegiatan di Pasar Wonosalam, tidak ditemukan rokok berpita palsu. Namun tim lain yang bertugas di Desa Donorejo, mendapatkan satu bungkus rokok ilegal, yang menggunakan label biasa, seperti print kertas sebagai pengganti pita cukai. (HS-08).

Share This

Menteri Agama Ajak Pemkab Blora Berkolaborasi Tangani Pandemi

Dapat Bantuan Kursi Roda dari Wabup Karanganyar, Joso Mrebes Mili