in

Operasi Ketupat Candi, Fokus Pelayanan dan Penerapan Prokes

Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan memimpin apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021, Rabu (5/5) di halaman belakang kantor Polres Boyolali. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pos Pengamanan (Pospam) Polres Boyolali, sudah tidak lagi melakukan penyekatan di internal wilayah kabupaten. Petugas lebih fokus pada pelayanan dan penerapan protokol kesehatan.  Karena itu seluruh warga masyarakat Boyolali, khususnya pemudik yang sudah tiba, diimbau untuk benar-benar menerapkan prokes 5M.

“Terapkan betul protokol kesehatan 5M, karena kami dari tiga pilar, bersama TNI dan pemerintah daerah, instansi terkait, akan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan di tempat keramaian,” kata Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021, Rabu (5/5) di halaman belakang kantor Polres Boyolali.

Lebih lanjut Morry mengatakan bahwa penyekatan sudah dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah di 14 lokasi. Sehingga di Boyolali tidak perlu dilakukan penyekatan lagi, karena sudah dilakukan oleh kabupaten di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Adapun mengenai tes swab antigen bagi pemudik, Morry menyampaikan bahwa pelayanan swab antigen sudah disiapkan di pospam secara gratis. Sehingga selain mengambil sampel secara acak dari pemudik, pelayanan swab antigen juga diperuntukkan bagi pemudik yang ingin melakukan tes.

“Bagi pengunjung atau pemudik yang ingin swab, monggo, minta ke pos pengamanan. Kami siapkan, gratis! Tidak dipungut bayaran,” kata Morry, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Sementara itu kegiatan apel diikuti jajaran tiga pilar yaitu anggota Polri, TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Bertindak sebagai pimpinan apel, adalah Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, Wahyu Irawan.

Wabup Iwan, ketika membacakan amanat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), mengatakan Polri menggelar Operasi Ketupat Candi dalam 20 hari, mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Kapolri menyampaikan bahwa operasi ini, adalah bentuk upaya Polri, dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan protokol kesehatan (prokes).

Dalam pelaksanaannya, Polri memprioritaskan langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan.

Penegakan hukum, dilakukan sebagai upaya terakhir ultimum remedium secara tegas dan profesional, terhadap pelanggar prokes yang sudah berulang kali, serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru Covid-19. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19. (HS-08)

Share This

Sambut Hari Raya, Pemkab Kudus Antisipasi Penyebaran Covid-19

Wali Kota Gibran Minta Masyarakat Halalbihalal Secara Daring