Onje, Cikal Bakal Kabupaten Purbalingga

Masjid Sayyid Kuning salah satu masjid tertua di Purbalingga.

 

HALO PURBALINGGA – Ada yang unik dan menarik dari Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Menurut Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purwono, wilayahnya ini pernah menjadi Kadipaten Onje.

Sekitar tahun 1570, Kesultanan Pajang dipimpin Ki Ageng Ore-Ore yang kemudian diserahkan kepada Adipati Onje II yang bergelar Adipati Anyakrapati, putra Sultan Hadiwijaya.

Tampuk pemerintahan Adipati Onje II mencapai kejayaan dan berakhir sekitar tahun 1749. Adipati Onje II menurunkan Arsantaka yang melahirkan para bupati Purbalingga.

Karena itu, Onje dikenal sebagai cikal bakal Kabupaten Purbalingga.

β€˜β€™Desa Onje adalah desa tua di Purbalingga di mana para pemimpin Purbalingga masih keturunan dari Adipati Onje II,’’ ungkap Mugi Ari.

Di Onje, lanjut alumnus Unnes FIK jurusan PJKR ini, masih memegang teguh tradisi budaya dari para leluhur. Warga Desa Onje tidak diperbolehkan berjualan nasi rames, dan dilarang menggunakan baju berwarna hijau gadung.

Di Desa Onje masih ada warga yang memakai hitungan Aboge. Warga Desa Onje juga dilarang berpoligami.
Desa Onje juga memiliki peninggalan masjid tua, yakni Masjid Rades Sayyid Kuning.

Masjid itu dibangun para wali dan pembangunannya belum sampai selesai ketika mereka melanjutkan perjalanan ke Demak. Peninggalannya berupa saka guru empat, mimbar, dan bedug.

Raden Sayyid Kuning adalah menantu dari Adipati Onje II dan menjadi imam pertama masjid tersebut. Bangunan masjid kini masuk ke dalam cagar budaya kabupaten.

Yang menjadi jamaah masih menggunakan hitungan Aboge.

β€˜β€™Desa Onje memang banyak sekali peninggalan sejarah berupa batu dakon, arca, dan pohon belimbing. Banyak tamu dari luar daerah yang mengunjungi Desa Onje,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, luas Desa Onje adalah 226.32 hektare. Sebagian masyarakat desa menganut ajaran Islam Aboge.

β€˜β€™Di Desa Onje tidak ada yang menjual nasi rames. Sampai sekarang warga desa juga tetap melaksanakan kegiatan gotong royong,’’ ujarnya.

Mengenai tantangan sebagai kepala desa di zaman milenial, Mugi Ari menuturkan seorang kepala desa harus bisa membawa desanya maju di semua aspek.

β€˜β€™Kepala desa dipilih oleh warga sehingga otomatis kepala desa harus dekat dengan warga dan dekat pula dengan pemerintahan di atasnya untuk menjadikan desa tersebut maju,’’ paparnya.

Dia berharap para pemuda di desanya tidak tergoda untuk pergi merantau keluar kota.

β€˜β€™Saya ingin para pemuda di desa kami punya jiwa kewirausahaan sehingga bisa memunculkan kegiatan positif yang bisa menghasilkan,’’ tegasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.