Ombak Tinggi, Warga Tambaklorok Makin Was-Was

Tim BPBD Kota Semarang memantau gelombang tinggi di perairan Kota Semarang, Tambaklorok.

 

HALO SEMARANG – Gelombang tinggi yang terjadi di perairan laut pantai Utara Semarang-Demak membuat para nelayan Semarang, khususnya yang ada di Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara masih merasa was-was.

Sebab cuaca buruk yang terjadi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga puncak musim hujan, pada bulan Januari mendatang. Apalagi gelombang di laut yang mencapai sekitar 2 meter-3 meter, membuat beberapa wilayah pesisir terkena imbas hantaman ombak tinggi.

Sebanyak 13 warga di Tambaklorok yang rumahnya sempat terkena dampak langsung dari gelombang tinggi laut, juga merasa terancam. Bahkan beberapa rumah warga ada yang rusak dan hampir roboh, karena ganasnya terjangan ombak tinggi dan angin kencang.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, M Rozikin BD mengatakan, rusakya rumah warga yang terkena dampak langsung dari ombak tinggi beberapa waktu lalu, terjadi karena talut pemecah gelombang jebol yang berupa bis beton. Pembangunan beton ini memang sudah cukup lama sekitar 7 tahun lalu.

“Cuaca yang tidak menentu seperti ini memang sangat mengkhawatirkan warga terdampak, terutama yang tinggal di pesisir area laut. Apalagi cuaca buruk ini akan terjadi hingga beberapa minggu ke depan dan akan lebih besar, mengingat saat ini belum pada puncak musim hujan,” ujarnya, Kamis (10/12/2020).

Untuk itu, kata dia, warga yang terkena dampak langsung ini perlu adanya penanganan khusus dari dinas terkait atau pemerintah Kota Semarang. Sambil menunggu realisasi pembangunan talut atau sabuk pantai Kampung Bahari tahap 3.

“Yaitu berupa tanggul laut di sebelah barat, yang kini baru dibangun sebelah selatan. Informasinya, tahun 2021 ini pembangunan tanggul laut akan dikerjakan kembali,” terangnya.

Dinas terkait seperti BPBD Kota Semarang, lanjut dia, seharusnya bisa selalu siaga di tempat.

“Karena cuaca buruk bisa terjadi setiap saat, baik pagi maupun maam hari,” katanya.

Selain itu, BPBD bisa memfasilitasi warga terdampak dengan cara mencarikan tempat hunian sementara.

“Dan bagi rumah yang roboh saya harap untuk segera bisa diperbiki, apalagi jika dinas terkait seperti Disperkim bisa memberikan bantuan ke warga berupa bedah rumah,” paparnya.

Saat ini di lokasi telah dibuat dari umum dari warga sekitar secara swadaya. Dapur umum ini untuk membantu warga yang belum bisa beraktivitas melaut. “Warga juga sudah memperoleh bantuan dari BPBD,” katanya yang juga ketua salah satu LSM di Semarang ini.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas memberikan peringatan dini gelombang tinggi tanggal 9-10 Desember 2020, tinggi gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Gelombang tinggi ini akan berpeluang terjadi di perairan Semarang-Demak, dan laut bagian Jawa Tengah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.