in

Oknum Dokter Cabul Tersangka Kasus Pencampuran Sperma Ke Makanan Ternyata Memiliki Gangguan Jiwa

Ilustrasi kekerasan seksual.

 

HALO SEMARANG – Kasus oknum dokter berinisial DP yang menjadi tersangka kasus penyimpangan seksual dengan cara mencampurkan sperma ke dalam makanan istri temannya, memasuki babak baru.

Polda Jateng menyatakan tim penyidik telah memenuhi persyaratan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka dan  melimpahkan berkas penyidikannya ke Kejaksaan Negeri Semarang.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan, tersangka telah diperiksa kejiwaannya di salah satu RS di Semarang.

Setelah menjalani pemeriksaan kejiwaan selama dua minggu oleh tim dokter, hasil keterangannya menunjukkan bahwa tersangka DP dinyatakan positif menderita kelainan jiwa.

“Tersangka diperiksa oleh tim yang terdiri psikolog, psikiater, serta beberapa dokter lain. Hasilnya, dia dinyatakan mengidap kelainan kejiwaan,” jelas Iqbal kepada halosemarang.id, Sabtu (18/9/2021).

Iqbal menambahkan, tersangka diketahui mengalami kelainan jiwa akibat trauma psikologis saat masih anak-anak. Hal itu lantaran dia dulu hidup di lingkungan keluarga yang dinilai kurang harmonis.

“Sehingga tersangka melampiaskan  melalui nonton tayangan pornografi dan memperoleh kepuasan karena itu,” jelasnya.

Meski demikian, kondisi kejiwaan dokter DP tidak terlalu berdampak pada aktivitas normalnya. Dan selanjutnya, tersangka sudah bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Keterangan dokter tentang kondisi kejiwaan itu yang beberapa waktu lalu diminta oleh tim kejaksaan. Rabu (15/9/2021) kemarin, berkas sudah kami limpahkan kembali ke Kejari,” tambahnya.

Di sisi lain, Iqbal mengaku kasus kejahatan ini terbilang unik.
Menurut keterangan penyidik, kasus seperti ini adalah jenis kejahatan yang pertama di Indonesia.

“Yurisprudensinya tidak ada. Rujukan dari kasus-kasus terdahulu tidak ditemukan. Jadi kasus ini betul-betul yang pertama terjadi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengaku penyidikan kasus ini dilakukan secara cermat agar penyidik tidak salah menerapkan jerat hukuman tersangka.

Perlu diketahui, oknum dokter DP ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh DW, korban kejahatannya yang tak lain yaitu istri teman sejawat yang sedang menempuh program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di salah satu universitas di Semarang.

Pelapor beserta suami tinggal satu atap bersama DP dalam sebuah rumah kontrakan di kawasan Gajah Mungkur, Semarang.

DP dilaporkan ke Polda Jateng, setelah terpergok lewat rekaman iPad milik pelapor DW, melakukan onani dan mencampurkan spermanya ke dalam makanan milik pelapor. Di depan penyidik dia mengaku telah melakukan aksi serupa tiga kali.

Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam pasal 281 ayat (1) KUHP, yaitu tentang kejahatan terhadap kesopanan.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Sabtu (18/9/2021)

Curi Atensi melalui Tendangan Maut