OJK Regional 3 Jateng Dan DIY: Program Ayo Jawa Tengah Menabung Bakal Tingkatkan Inklusi Keuangan

Penyerahan beasiswa kepada siswa kurang mampu saat launching program “Ayo Jawa Tengah Menabung”, Kamis siang (27/8/2020).

 

HALO SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom-IJK) Provinsi Jawa Tengah, serta Baznas Jateng.

Kerja sama ini diwujudkan dengan memberikan bantuan pendidikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat di Jawa Tengah, dalam bentuk tabungan sebanyak 11.000 rekening.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa menyatakan, bantuan dalam bentuk tabungan sebanyak 11.000 rekening kepada pelajar sebagai komitmen serta dukungannya dalam peningkatan inklusi keuangan dan percepatan akses keuangan di Jawa Tengah.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bagian program gerakan Satu Pelajar Satu Rekening (KEJAR), dengan sasaran pelajar SMP/SMA/SMK sederajat.

“Selain untuk meningkatkan inklusi, juga sebagai bentuk kepedulian Pemprov Jateng, OJK Jateng dan DIY, Forkom-IJK dan Baznas terhadap pelajar di Jateng kurang mampu yang kondisi ekonomi keluarganya terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya saat launching program “Ayo Jawa Tengah Menabung”, Kamis siang (27/8/2020).

Pemberian bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dengan pembukaan rekening dan penyerahan bantuan beasiswa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dengan rincian bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp 7,469 miliar dari Pemprov Jateng untuk 7.469 siswa, dari Forkom-IJK sebesar Rp 600 juta untuk 3.000 siswa, dan dari Baznas Jawa Tengah sebesar Rp 175 juta untuk 350 siswa.

Aman Santosa menambahkan, pembukaan rekening sekaligus pemberian bantuan sosial dalam bentuk beasiswa kepada siswa kurang mampu ini bukan untuk peningkatan inklusi keuangan semata.

“Namun pembukaan rekening ini diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan perbankan seiring dengan bertambahnya dana pihak ketiga, sebagai intermediasi untuk penyaluran kredit,” tuturnya.

Aman berharap dengan dijadikannya Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi pilot project KEJAR, dapat memperbaiki indeks inklusi yang berdasarkan survei OJK di 2019, Indeks Inklusi Keuangan Jawa Tengah sebesar 65,71%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan Indeks Inklusi Keuangan Nasional sebesar 76,19% dan target inklusi keuangan tahun 2019 sebesar 75%.

“Tingkat inklusi keuangan masyarakat Jawa Tengah yang masih di bawah nasional ini merupakan tantangan bersama yang memerlukan sinergi dan komitmen bersama antara OJK, Pemerintah Jawa Tengah, Forkom-IJK Jawa Tengah, dan seluruh masyarakat untuk terus mendorong penyediaan akses keuangan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat,” paparnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.