Objek Wisata Taman Lele Kembali Dibuka untuk Umum

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari saat meresmikan pembukaan Objek Wisata Taman Lele untuk masyarakat umum setelah ditutup hampir sembilan bulan karena pandemi.

 

HALO SEMARANG – Setelah tutup hampir sembilan bulan lamanya, akhirnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, kembali membuka objek wisata Taman Lele.

Rencananya objek wisata milik Pemkot Semarang ini, mulai dibuka Kamis (24/12/2020) dan memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selama ditutup, objek wisata ini mengalami banyak pembenahan, berupa penambahan wahana seperti kolam renang, jogging track, dan animatronik berupa lele albino.

“Kita juga lakukan doa bersama sebagai tanda re-opening dan penyerahan surat keterangan, agar ke depan lebih berkah,” kata Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, Kamis (23/12/2020).

Iin sapaan akrabnya menjelaskan, pembenahan dilakukan oleh Disbudpar di objek wisata milik Pemkot Semarang beberapa bulan terakhir, dengan menggunakan APBD ataupun dana bantuan dari Kemparekraf.

“Khusus di Taman Lele ini, konsepnya adalah wahana bermain keluarga. Kami benahi semua, termasuk membangun kolam renang, jogging track, pembenahan taman, dan tiruan lele raksasa yang bisa bergerak serta menyemprotkan air,” ungkapnya.

Patung lele raksasa, lanjut Iin sengaja ditempatkan di tengah sendang yang ada di Taman Lele.

Konon menurut legenda yang ada, di sanalah hidup lele putih yang menyisakan kepala dan kerangka duri.

Tanda masuk di Taman Lele, lanjut Iin juga menggunakan transaksi non tunai. Pengunjung bisa memakai e-toll card dan lainnya untuk bisa masuk.

“Lele ini bisa menjadi spot berfoto selfie, dia akan bergerak menggunakan sensor ketika didekati orang. Harapannya bisa menjadi ciri khas dan magnet bagi wisatawan,” tambahnya.

Iin juga berpesan kepada pengelola objek wisata, termasuk hotel, restoran ataupun industri pariwisata lainnya untuk menjaga protokol kesehatan.

“Taman Lele ini akan dibuka Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Setelahnya akan dievaluasi. Saya wanti-wanti kepada pengelola agar tidak ada kerumunan, jangan bosan ingatkan wisatawan,” tegasnya.

Iin mengaku akan kembali menganggarkan pembenahan di beberapa obkek wisata milik Pemkot Semarang. Salah satunya membangun jogging track di Taman Lele, serta gardu pandang. Selain itu juga perbaikan kandang.

“Anggaran tahun ini memang terbatas, ke depan akan kita bangun lagi. Misalnya kandang yang akan diisi hewan kelinci, ayam yang ramah pengunjung karena konsepnya wisata keluarga,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.