Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Normalisasi Banjirkanal Timur, 7.800 Lapak PKL Dibongkar Satpol PP

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto diwawancarai wartawan di sela-sela pembongkaran PKL di Jalan Barito, Senin (2/8/2019).

 

HALO SEMARANG – Lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dari jembatan Majapahit di Kecamatan Semarang Timur hingga Jembatan Kaligawe di Kecamatan Gayamsari, akhirnya rampung dibongkar tim gabungan petugas Satpol PP Kota Semarang, Dinas Perdagangan Kota Semarang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BWWS) Pamali Juana, Senin (2/8/2019). Sekitar 7.800 lapak pedagang yang ada di 6,7 kilometer itu akhirnya rata tanah.

Pembongkaran yang dimulai sejak Januari 2018, dan akhirnya rampung tanpa ada bentrokan dari pedagang dan petugas. Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, BKT ini panjangnya sekitar 18 kilometer.

“Kami sudah selesaikan 6,7 kilometer. Masih ada sepanjang 11,4 kilometer lagi yang harus diselesaikan. Dan tahun depan kami akan mulai sosialisasi,” kata Fajar di sela-sela pembongkaran, Senin (2/8/2019).

Saat ini, lanjut Fajar, puing-puing bangunan yang masih bisa terpakai tengah dipilah oleh warga sekitar untuk kembali dimanfaatkan.
Adapun pembongaran 97 lapak yang tersisa di Kelurahan Bugangan dan Rejosari telah dilakukan pekan lalu. Pihaknya memberikan tenggang waktu kepada para pedagang untuk memindahkan barang-barang ke tempat relokasi hingga Minggu (1/9/2019) kemarin.

“Sehingga Senin (2/8/2019), kami datang untuk menyelesaikannya. dan Alhamdulillah tanpa ada halangan yang berarti,” imbuh Fajar.

Adapun pekerjaan selanjutnya yang harus dilakukan, lanjut Fajar, yaitu melakukan sosialisasi terkait pembongkaran hunian di sepanjang bantaran BKT dari Jembatan Majapahit hingga Pucang Gading. Rencananya, normalisasi BKT dari Jembatan Majapahit hingga Pucang Gading akan dilakukan sekitar tahun 2021 hingga 2022.

“Sementara ini kami telah melakukan pendataan bangunan di sepanjang bantaran BKT dari Jembatan Majapahit hingga Pucang Gading. Ada sekiar 8.500 bangunan di sana. Mayoritas merupakan hunian rumah. Kami akan mengundang lurah dan camat untuk koordinasi terkait sosialisasi pembongkaran di bantaran BKT yang selanjutnya,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang