in

Normal Baru Candi Borobudur Antar Jateng Juara Inovasi Daerah

Foto ilustrasi: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers usai acara simulasi pembukaan Candi Borobudur, Rabu (10/6/2020) lalu.

 

HALO SEMARANG – Upaya Pemprov Jawa Tengah dalam prakondisi objek wisata Candi Borobudur menuju tatanan normal baru diapresiasi pemerintah pusat.

Senin (22/6/2020), bertempat di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai Juara Lomba Inovasi Daerah Dalam Tatanan Normal Baru di Sektor Tempat Wisata – klaster provinsi.

Dalam lomba yang digelar Kementerian Dalam Negeri ini, Jawa Tengah berhasil mengungguli Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, yang masing-masing menempati posisi runner-up dan pemenang ketiga.

Meski mendapat penghargaan prakondisi di Candi Borobudur, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan belum akan membuka semua objek wisata di wilayahnya.

Dia mengatakan, pembukaan objek wisata harus mengikuti kondisi dan ketentuan yang disyaratkan oleh Gugus Tugas Covid-19.

“Belum (dibuka). Tidak boleh diartikan seperti itu. Kita harus lihat grafiknya (kasus Covid-19) yang mulai turun. Melandainya cukup drastis, melantainya cukup panjang dan ada konsistensi waktu minimal 14 hari,” katanya.

Selain itu, Ganjar menambahkan, pemerintah daerah dan pengelola objek wisata juga harus menyiapkan infrastruktur sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan Covid-19, termasuk menyiapkan arus transportasi dan alur kunjungan calon wisatawan.

“Termasuk kami mengajak mereka yang berdagang di sekitarnya, seperti pedagang suvenir dan rumah makan, untuk ikut menata. Kemarin beberapa kali kami tes di beberapa tempat, masyarakat belum terbiasa jaga jarak, dan ketika istirahat pasti berkerumun. Yang begitu itu masih perlu harus dilakukan sosialisasi,” tandasnya.

Berbagai upaya yang telah dilakukan Pemprov Jateng dalam prakondisi di Candi Borobudur.

Antara lain menyosialisasikan protokol kesehatan secara massif kepada wisatawan, mengatur jarak antrean di loket, menyiapkan tempat cuci tangan dan pos pengecekan suhu tubuh wisatawan, membatasi jumlah wisatawan, mengatur alur perjalanan para wisatawan, dan menyiapkan pemandu untuk mendampingi wisatawan saat naik ke candi.

Ganjar tak segan datang langsung ke Magelang untuk mengikuti simulasi adaptasi kehidupan baru di Candi Borobudur, sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan Covid-19 benar-benar dijalankan oleh pengelola wisata dan pelaku usaha di sekitar candi.(HS)

Share This

Tak Bisa Dilaksanakan Secara Langsung, Halal Bi Halal Alumni USM Digelar Secara Virtual

1.354 Mahasiswa USM Ikuti KKN Back To Village