in

Nerazzurri Berpotensi Terjun Bebas

Steven Zhang/dok

 

HALO SPORT – Masa depan Inter Milan tampaknya tidak bagus dalam menatap musim kompetisi 2021-2022. Nerazzurri sedang dilanda krisis finansial setelah menjuarai Seri A Liga Italia musim lalu.

Inter kehilangan pelatih Antonio Conte yang memilih pergi karena Steven Zhang, presiden klub, tidak menepati janjinya untuk mempertahankan tim juara.

Kepergian Conte diikuti bek sayap Achraf Hakimi ke Paris Saint-Germain, dan striker Romelu Lukaku yang dibeli Chelsea.

Eder, mantan pemain Jiangsu Suning, tak kaget dengan apa yang menimpa Nerazzurri sekarang.

Menurut Eder, Steven Zhang dan ayahnya lebih suka memilih strategi main aman.

“Di Jiangsu, setelah kami menjuarai Liga Super China, Steven Zhang dan ayahnya membuang begitu saja semua kerja keras yang telah dilakukan para pemain, staf, dan direktur klub,’’ ujar Eder seperti dilansir dari Football Italia.

‘’Sekarang, mereka menghancurkan semua yang telah dikerjakan Antonio Conte karena menginginkan 100 juta euro masuk ke kantong mereka,’’ tegasnya.

Suning Group, pemilik Jiangsu Suning, secara resmi membubarkan tim sejak 28 Februari 2021. Suning juga membubarkan tim sepak bola perempuan dan akademinya.

Pandemi virus korona membuat keuangan Suning Group kacau balau sehingga memutuskan fokus pada usaha utamanya, yakni bisnis ritel ketimbang non-ritel.

Strategi Steven Zhang di Inter kini mendapat hujan kritik. Suporter mulai muak karena taipan asal Tiongkok itu melepas pemain-pemain kunci.

Bahkan, fans  mendesak agar Inter dijual saja ke pihak yang lebih memiliki dana. Spanduk besar dibentangkan oleh fans dengan bunyi ‘’Era Zhang di Inter Sudah Selesai’’. (HS)

Share This

Sambut HUT RI Ke-76, Pemkot Semarang Merah Putihkan Balai Kota

Terkena Gangguan Ban seperti Sang Guru